OKI: Jangan Kaitkan Teror dengan Islam

Wakil Tetap Arab Saudi untuk PBB dan Anggota OKI, Abdullah Al-Moallemi
Sumber :
  • english.alarabiya.net
VIVA.co.id - Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya intoleransi dan diskriminasi terhadap umat Islam, akibat banyaknya serangan teror yang mengatasnamakan Islam, sehingga menimbulkan persepsi Islamophobia, atau fobia terhadap Islam.

Mengutip situs Al-Arabiya , Minggu 14 Februari 2016, Wakil Tetap Arab Saudi untuk PBB yang juga Anggota OKI, Abdullah Al-Moallemi, menekankan bahwa ekstremisme dan terorisme bukanlah ruh Islam, karena sangat bertentangan dengan perdamaian dunia dan kesejahteraan umat.


"Kami tegaskan kepada semua negara anggota OKI untuk menekan diskriminasi agama yang menyebabkan permusuhan umat. Kami tekankan juga pentingnya dialog antaragama dan budaya bahwa Islam tidak ada kaitannya dengan tindakan teror," tegas Al-Moallemi.


Ia juga mengatakan, tidak ada negara di dunia ini yang mendukung tindakan ekstremisme dan terorisme. Karena itu, OKI berupaya keras untuk mencegah kekerasan, ekstremisme dan terorisme. Dalam waktu dekat, PBB dan OKI akan membahas rancangan resolusi untuk mendukung rencana Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon untuk memerangi kejahatan global.


"Kami menekankan bahwa setiap pendekatan yang berbau ras, agama, budaya atau kebangsaan, akan kami tolak. Upaya OKI dan dunia internasional untuk menghormati prinsip-prinsip Piagam PBB harus dipertahankan. Artinya, terorisme tidak hanya bisa dilawan kekuatan militer tapi juga melalui pendekatan politik, ekonomi, sosial dan intelektual," tambah Al-Moallemi.


Tak hanya itu, ia menekankan bahwa peran pemuda harus ditonjolkan dalam upaya menekan ekstremisme dan terorisme. Menurutnya, pemuda adalah masa depan masyarakat dan bangsa. Kegagalan untuk melindungi hak-hak mereka dapat berkontribusi untuk menciptakan lahan subur bagi kejahatan dan jauh dari rasa aman dan sejahtera. (asp)