RI dan Ceko Tekankan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

Penandatanganan kerja sama Republik Ceko dan RI
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rebecca Reifi Georgina

VIVA.co.id - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi bersama Menteri Luar Negeri Republik Ceko, Lubomir Zaoralek, menandatangani sejumlah kerja sama bidang perdagangan dan investasi sebagai bagian dari peningkatan hubungan bilateral.

Retno mengatakan, untuk perdagangan, Ceko menawarkan kerja sama sektor pertanian, pertambangan, gelas dan keramik, manufaktur pesawat terbang sipil dan industri pertahanan. Sementara untuk investasi, negara bekas Uni Soviet ini menyodorkan kerja sama bidang teknologi informasi (IT), telekomunikasi, pariwisata dan jasa (perhotelan).

"Kami membahas berbagai kerja sama potensial atas hubungan baik kedua negara sehingga bisa saling menguntungkan. Mereka (Ceko) membawa 31 pelaku bisnis dan akan bertemu dengan pengusaha Indonesia pada business meeting," ujarnya, di Gedung Kemlu RI, Jakarta, Kamis, 25 Februari 2016.

Selain perdagangan dan investasi, kedua menteri juga bertukar pikiran mengenai isu-isu regional dan internasional. Di samping itu pula, keduanya menandatangani dua kesepakatan, yakni Perjanjian Pembentukan Forum Konsultasi Bilateral dan Perjanjian Bebas Visa untuk Paspor Diplomatik dan Dinas.

Republik Ceko merupakan mitra dagang Indonesia terbesar keempat di kawasan Eropa Tengah dan Timur setelah Rusia, Ukraina dan Polandia, dengan total perdagangan sebesar US$260,5 juta (Rp3,51 triliun) pada 2014.

Produk unggulan negara Eropa Timur ini adalah furnitur dan rempah-rempah. Untuk bidang investasi, total investasi Ceko di Indonesia dalam lima tahun terakhir mencapai US$34,35 juta (Rp463,7 miliar).