Perayaan 'Nyepi' di Belanda Usung Semangat Kebhinnekaan

Resepsi Perayaan Nyepi di Den Haag, Belanda, dihadiri warga dan rohaniwan lintas-agama.
Sumber :
  • KBRI Den Haag

VIVA.co.id - Indonesia adalah bangsa majemuk yang menjunjung semangat "Bhinneka Tunggal Ika." Salah satu ciri khas dari semangat itu adalah, suka cita hari raya agama apa pun turut dirasakan oleh warga lintas-agama. 

Itulah yang ditunjukkan oleh komunitas Indonesia di Negeri Belanda. Para warga maupun rohaniwan lintas agama di Belanda, akhir pekan lalu, turut menghadiri resepsi dalam rangka Hari Raya umat Hindu, Nyepi, demikian ungkap Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag.  

Sesuai tema peringatan Tahun Baru Saka 1938 yakni “Kebhinnekaan Menuju Kemanunggalan”, masyarakat Hindu yang ada di Belanda diharapkan terus menjaga keharmonisan dan perdamaian. Demikian pesan I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar RI untuk Belanda, yang disampaikan di depan masyarakat di Aula Nusantara KBRI Den Haag, Sabtu, 12 Maret 2016.

Peringatan Hari Raya Nyepi dilaksanakan di Belanda dengan didahului upacara sembahyang agama Hindu dan dilanjutkan dengan perayaan bersama masyarakat umum, termasuk dihadiri tokoh agama Islam, Kristen dan Katholik.    

Acara perayaan Tahun baru saka 1938 diawali dengan Tari Pendet yang dengan luwes ditarikan oleh tiga penari berdarah campuran Bali dan Belanda. Selain itu juga ditampilkan Tari Taruna Jaya, Joget Muani dan Legong Kraton.



Duta Besar Wesaka Puja, yang baru beberapa pekan bertugas di Belanda, juga tidak ketinggalan turut tampil memainkan kendang bersama anggota Banjar Suka Duka. Mereka adalah kelompok gamelan binaan KBRI Den Haag yang memainkan lagu Mamendet dan Gilak.

Selain dihibur dengan gamelan dan tarian, tamu yang hadir juga disuguhi aneka makanan khas Bali seperti Lawar Ayam, Lawar Sayur, Sate Lilit, Sate Ayam, dan Garang Asem. Suasana terasa seperti di Pulau Dewata karena tempat perayaan dihiasi paying dan kain khas Bali dilengkapi dengan aneka buah dan bunga yang dirangkai menjadi sesaji yang sangat indah.  

I Gede Artadi, salah seorang warga Bali yang lama tinggal di Belanda, merasa puas atas peringatan Hari Raya Nyepi kali ini. Selain untuk meningkatkan keimanan, juga jadi ajang bertemu sesama warga asal Bali sebagai obat rindu akan tanah kelahiran," kata Artadi.

Ketua Panitia Ni Luh Dian Eka Suryani mengatakan bahwa masyarakat Hindu yang hadir tidak hanya dari Belanda, tetapi juga dari Belgia dan Jerman sehingga peringatan Nyepi tahun ini cukup ramai.

"Setiap tahun, KBRI Den Haag selalu merayakan hari-hari besar keagamaan sebagai bagian dari kegiatan bersama masyarakat Indonesia," kata Suryani. 

Acara Peringatan Hari Raya Nyepi tahun ini semakin semarak, terlebih dengan kehadiran Duta Besar Wesaka Puja yang berasal dari Bali dan baru memulai tugasnya di Belanda bulan Februari lalu.