Pentagon Bohong soal Jumlah Pasukan AS di Irak

Pasukan Irak dan AS saat patroli bersama.
Sumber :
  • sputniknews.com

VIVA.co.id - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengklaim jika pihaknya hanya mengirimkan pasukan sebanyak 3.800 personel ke Irak.

Akan tetapi, informasi terbaru menyebut jumlah personel yang dikirim jauh lebih banyak, saat Negeri Paman Sam memerangi Daesh di Irak Utara.

Mengutip situs Sputniknews, Rabu, 23 Maret 2016, terkuaknya jumlah pasukan AS ini berawal dari pengiriman Satuan ke-26 dari Ekspedisi Marinir, yang diketahui, berjumlah 200 personel, akibat tewasnya seorang prajurit Marinir AS karena dihujam dua roket Katyusha oleh milisi Daesh.

Juru bicara Pentagon di Irak, Kolonel Steven Warren, menyatakan, telah diperintah oleh atasannya untuk tidak membocorkan total kehadiran pasukan AS di Irak.

Selama berbulan-bulan, Pentagon menolak untuk menyebutkan total jumlah pasukan, meski akhirnya mengaku bahwa kekuatan penuh tetap "stabil" di kisaran 3.800 personel. Jumlah tersebut terdiri dari personel militer lapangan dan penasihat atau analis pertahanan sekitar 100 personel.

"Hingga kini, jumlah resmi (pasukan AS di Irak) sebanyak 3.870 personel. Kami pun akan mengikuti instruksi Presiden Obama untuk terus menarik jumlah pasukan. Namun, munculnya Daesh, telah memaksa kami untuk memperluas kehadiran militer di wilayah itu," ungkap Warren.

Penambahan pasukan ini untuk meningkatkan keamanan di lokasi pangkalan militer koalisi dekat Makhmur, Irak Utara. Serangan roket terjadi di wilayah Otonomi Kurdi, di mana Baghdad baru-baru ini mengerahkan pasukan untuk mempersiapkan serangan terhadap ISIS yang masih menguasai Mosul.