Tak Cukup Bukti, Terduga Pelaku Bom Belgia Dilepas

Stasiun Maelbeek, Belgia, saat terjadi ledakan pada Selasa, 22 Maret 2016.
Sumber :
  • www.newstalk.com

VIVA.co.id – Seorang pria yang dikenal dengan nama Faycal C, yang merupakan satu-satunya orang yang ditangkap karena diduga terlibat dengan insiden ledakan bom di Brussels, Belgia, dilepaskan oleh pihak berwajib. Faycal C dilepas dengan alasan kurangnya bukti yang mendukung.

Sebelumnya, media lokal menangkap gambar pria misterius tersebut dari rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyelidikan, Kepolisian Belgia lalu menangkap pria tersebut. Namun kini mereka melepasnya.

"Hakim beranggapan tidak ada cukup bukti untuk menahannya," kata kantor jaksa seperti dilansir dari laman BBC, Selasa, 29 Maret 2016.

Pemerintah Belgia telah mengkonfirmasi bahwa ledakan yang terjadi di bandara dan stasiun metro adalah bom bunuh diri dengan pelaku kakak beradik Ibrahim dan Khalid el Bakraoui. Meski rekaman CCTV memperlihatkan ada satu orang lagi, Najim Lachraaoui, yang berada bersama kakak beradik el Bakraoui, namun hingga saat ini belum ada perkembangan penyelidikan.

Selasa pekan lalu, dua ledakan terjadi di bandara dan satu ledakan lainnya di stasiun metro Brussels, menewaskan setidaknya 35 orang dan lebih dari 300 orang terluka. Insiden tersebut diklaim oleh kelompok militan ISIS. Ledakan terjadi hanya selisih empat hari setelah pihak keamanan Belgia menangkap Salah Abdeslam, tersangka utama pelaku serangan bom bunuh diri di Paris.

"Dari 35 korban, tujuh orang masih diidentifikasi," kata pusat krisis di Belgia.

Dua belas korban adalah warga asing dari Amerika Serikat, Belanda, Swedia, Jerman, Prancis, Inggris, Italia dan China. Disampaikan otoritas, korban tewas tidak termasuk pelaku.  

(mus)