Dunia Mulai Selidiki Skandal Panama Papers

Logo Mossack Fonseca
Sumber :
  • Reuters/Files

VIVA.co.id - Pemerintah di seluruh dunia mulai menyelidiki dugaan kecurangan keuangan yang dilakukan oleh kalangan elit politik dan konglomerat setelah kebocoran data pajak oleh Mossack Fonseca - yang dikenal dengan "Panama Papers." Dokumen yang dipublikasikan serentak oleh ratusan media massa mancanegara sejak awal pekan itu mengungkapkan deretan nama dan perusahaan, termasuk asal Indonesia.

Menurut kantor berita Reuters, Selasa 5 April 2016, para tokoh dari yang disebutkan Panama Papers menanggapi kebocoran dokumen tersebut dengan penolakan, saat jaksa dan regulator mulai menyelidiki laporan dari penyelidikan yang dilakukan oleh organisasi International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang berbasis di Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman AS akan menentukan apakah ada bukti korupsi dan pelanggaran hukum lain di negaranya.

"Terlepas dari kurangnya transparansi yang ada di banyak transaksi, kami punya pakar yang bisa mengetahui apakah mereka melanggar sanksi hukum atau tidak," kata seorang juru bicara Gedung Putih.

Australia, Austria, Swedia dan Belanda termasuk di antara negara-negara yang mengatakan telah mulai menyelidiki tuduhan berdasarkan lebih dari 11,5 juta dokumen yang bocor tersebut.

Beberapa bank berada di bawah sorotan atas tuduhan mereka membantu klien menyembunyikan kekayaan mereka di perusahaan offshore.

Di Argentina, partai-partai oposisi politik menuntut penjelasan dari Presiden Mauricio Macri karena ia menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan offshore di Bahama, terkait dengan bisnis ayahnya di masa lalu.

Laporan: Dinia Adrianjara

(ren)