AS Puji Indonesia Selamatkan 1.500 Korban Perbudakan

Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake, (kanan) usai diskusi korban perdagangan manusia di @america, 20 April 2016.
Sumber :
  • Viva.co.id/Dinia Adrianjara

VIVA.co.id – Pemerintah Indonesia, bekerjasama dengan International Organization of Migration (IOM), beberapa waktu lalu berhasil melawan kejahatan terorganisir perdagangan manusia sekaligus menyelamatkan 1500 orang yang diperbudak sebagai nelayan di Indonesia.

"Ribuan orang ini dipaksa dari berbagai negara asalnya seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Laos, dan dipekerjakan seperti budak di kapal-kapal ikan (biasanya kapal Thailand). Mereka disiksa dan dipaksa bekerja di beberapa perairan di Benjina," kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake, di Jakarta, Rabu, 20 April 2016.

Para pekerja dari berbagai negara tersebut kemudian ditinggalkan di Indonesia untuk dipaksa bekerja, hingga  kemudian diselamatkan oleh IOM. Penyelamatan 1500 nelayan ini dilakukan setelah melalui proses investigasi selama berbulan-bulan.

"Penyelamatan nelayan ini juga terjadi berkat Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, yang memberikan akses kepada IOM dan media internasional untuk mengunjungi tempat terjadinya perbudakan nelayan dan melakukan investigasi lanjutan," ujar pimpinan IOM, Mark Gretchell.

Gretchell menambahkan, selain Menteri Susi dan kerjasama pemerintah Indonesia, salah satunya adalah berkat wartawan Associated Press, Margie Mason dan tim, yang pertama kali meliput dan melaporkan tentang kejadian ini sehingga pemerintah dan organisasi internasional bisa bertindak.

"Berkat kinerja dari Kejaksaan Agung pula, saat ini sudah ada lima kapten kapal Thailand yang terlibat dalam kejahatan terorganisir dan dibawa ke meja hijau. Mereka saat ini sedang menunggu keputusan hukuman," kata Dubes Blake.

Blake mengingatkan, walaupun sudah ada 1500 orang yang berhasil diselamatkan, pemerintah harus mengingat bahwa diluar sana masih banyak korban perdagangan manusia yang dieksploitasi dan belum diselamatkan. Hal ini harus segera ditindak tegas agar kejahatan terorganisir dan perbudakan manusia dapat ditanggulangi bersama.

Laporan : Dinia Adrianjara

(ren)