Kritik Erdogan, Jurnalis Belanda Ditahan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Sumber :
  • Daily Sabah

VIVA.co.id – Seorang wartawan Belanda ditahan di Turki. Ia ditahan setelah memposting tweet kritis terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.  

Jurnalis tersebut, Ebru Umar, adalah penulis kolom untuk surat kabar Dutch Metro. Ia mengkritik tindakan keras Presiden Erdogan terhadap aksi pembangkangan di Turki. Umar ditangkap saat berlibur di Turki selatan, Sabtu, 23 April 2016 malam.

Ia lalu memposting cuitan dalam bahasa Belanda, bahwa polisi berada di depan pintu rumah untuk menangkapnya. Dia kemudian dibawa untuk interogasi, tetapi setelah itu dibebaskan.  Namun ia tidak diperbolehkan meninggalkan Turki.

Sejak 2014, jaksa telah memproses kasus terhadap lebih dari 1.800 wartawan yang dinilai menghina Erdogan. Menghina presiden adalah suatu kejahatan di Turki dan dapat dihukum hingga empat tahun penjara.

 PM Belanda, Mark Rutte mengatakan, ia akan meminta Ankara untuk memperjelas kasus tersebut. Konsulat Turki di Belanda juga meneruskan email dan postingan di media sosial yang menghina Erdogan atau Turki.

Dalam cuitannya, Rutte mengatakan bahwa ia telah melakukan kontak dengan Ebru Umar tadi malam. "Kedutaan kami sudah mengontaknya dan siap memberikan bantuan," kicau Rutte di Twitter, mengutip BBC, Senin, 25 April 2016.

Laporan : Dinia Adrianjara