Bangun Indonesia, Pemerintah Perkuat Sinergi dengan PBB

Kementerian Luar Negeri RI memastikan tujuh ABK WNI dalam kondisi baik.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Rebecca Reifi Georgina.

VIVA.co.id – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam program-program pembangunan di Indonesia untuk menjamin pembangunan yang berkelanjutan dan pencapaian target SDGs.

Hal itu disampaikan Retno pada acara pembukaan Pertemuan Pleno Kedua Indonesia – United Nations Consultative Forum (IUNCF) tanggal 29 April 2016, yang diadakan di Kementerian Luar Negeri RI.

"Ini adalah salah satu upaya Kementerian Luar Negeri untuk menyelaraskan kegiatan PBB di Indonesia dengan agenda pembangunan Pemerintah dan melaksanakan koordinasi serta kerja sama yang lebih efektif, transparan, berorientasi tujuan, dan melibatkan pemangku kepentingan terkait," kata Retno seperti dalam keterangan pers yang diterima VIVA.co.id, Sabtu, 30 April 2016.

Ia mengatakan, dengan adanya forum ini, diharapkan adanya peningkatan koherensi dan keefektifan kerja sama antara Pemerintah dan PBB di Indonesia.

IUNCF ke-2 akan mengesahkan hasil kerja Working Group 1: Information Sharing and Cooperation Development, dan Working Group 2: Administration. Forum Konsultasi Indonesia – PBB tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Multilateral, Dubes Hasan Kleib, dan Residen Koordinator PBB untuk Indonesia, Douglas Broderick.

Pertemuan dihadiri oleh perwakilan kantor Badan PBB di Indonesia dan perwakilan Kementerian/Lembaga yang memiliki kerja sama dengan Badan-Badan PBB di Indonesia. Saat ini, lebih dari 20 Badan PBB beroperasi di Indonesia di mana masing-masing memiliki program di berbagai wilayah di Indonesia. Keberadaan IUNCF diharapkan dapat meningkatkan koordinasi tidak hanya antara Pemerintah dan Badan-Badan PBB di Indonesia tetapi juga di antara Badan PBB tersebut.

Melalui koordinasi tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya duplikasi program kegiatan dan mengarahkan program berdasarkan kebutuhan.

IUNCF Ke-2 menghasilkan kesepakatan pembuatan database seluruh program kerjasama antara Badan PBB dan Kementerian/Lembaga di Indonesia, bagan petunjuk umum mekanisme program, daftar focal point kerja sama kementerian/instansi RI dengan Badan PBB, daftar Host Country Agreement antara Badan PBB dan Pemri, kumpulan peraturan dan ketentuan-ketentuan terkait perpajakan, bea, imigrasi dan konsuler, serta mekanisme dan prosedur perpajakan, fasilitas bea, imigrasi dan kegiatan konsuler.

"Indonesia telah menunjukkan sebagai pimpinan global untuk SDGs dan pasukan penjaga perdamaian PBB (UN peacekeeping) pada mekanisme regional untuk mengurangi bencana dan menyelesaikan konflik. Pertemuan IUNCF hari ini merupakan upaya memperkuat kerja sama nasional dan meningkatkan kepemimpinan Indonesia di tingkat global," kata Residen Koordinator PBB untuk Indonesia, Douglas Broderick. (ase)