RI Diundang Prancis Bahas Perdamaian Israel-Palestina

Menlu RI, Retno Marsudi, saat melantik Konsul Kehormatan pertama Indonesia di Palestina, Maha Abu-Shusheh, yang berkedudukan di Ramallah pada 13 Maret 2016.
Sumber :
  • VIVA/Rebecca Georgina

VIVA.co.id – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi, malam ini akan berangkat ke Paris, Prancis untuk menghadiri pertemuan persiapan Paris Peace Conference. Pertemuan ini akan membahas segala bentuk persiapan yang dibutuhkan dalam pembicaraan soal upaya perdamaian Israel dan Palestina.

"Malam ini berangkat ke Paris untuk acara tanggal 3 Juni 2016 dalam menenuhi undangan pemerintah Prancis untuk pertemuan tingkat menteri terkait acara Paris Peace Conference, yang rencananya diadakan pada paruh kedua tahun 2016," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nassir, di Jakarta, Rabu 1 Juni 2016.

Ia juga menjelaskan, Prancis berinisiatif membuat sebuah pertemuan untuk memulai suatu proses perundingan perdamaian Israel dan Palestina yang baru, mengingat pembicaraan terakhir berhenti tahun 2014.

Sekitar 20 negara diundang oleh Prancis untuk menghadiri pertemuan ini. Mereka diantaranya adalah Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Indonesia, Belanda, Swedia, Norwegia, Swiss, Italia, Irlandia, Kanada, Polandia, Arab, Spanyol, Turki, Yordania dan Maroko.

"Selain itu diundang tiga organisasi internasional yaitu PBB, Uni Eropa dan Liga Arab. Prancis mengundang negara-negara yang selama ini aktif mendorong perdamaian kedua negara dan memberikan bantuan kepada Palestina. Misalnya, Spanyol, Norwegia dan Indonesia. Kita selalu dorong upaya di berbagai forum internasional," ungkap diplomat yang akrab disapa Tata itu.

Dia juga menyampaikan bahwa tujuan Prancis mengadakan pertemuan ini bertujuan untuk menggalang masyarakat internasional agar bersatu mencari solusi terbaik. Mereka yang diundang, lanjut Tata, mencoba melihat apa yang bisa dilakukan agar kedua negara bisa memulai proses perdamaian.

(ren)