Menlu : Negosiasi Perdamaian Palestina Harus Dilanjutkan

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rebecca Reiffi Georgina

VIVA.co.id – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi mengatakan, dirinya sempat melakukan sejumlah pertemuan bilateral saat menghadiri pertemuan Ministerial Meeting on Preparation for Paris Peace Conference. Retno memaparkan ia telah bertemu dengan Menlu dari Arab Saudi, Swedia, dan juga Uni Eropa.

“Di sela-sela pertemuan di Paris tanggal 3 Juni, saya melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan sistem pull aside, dengan Saudi Arabia, UE, Swedia dan beberapa negara lain,” kata Retno yang ditemui di gedung Kemlu RI, Jakarta, Senin, 6 Juni 2016.

Ia menjelaskan, tiga pertemuan bilateral itu membahas mengenai bagaimana upaya ketiga negara untuk bisa memberikan kontribusi terhadap proses perdamaian yang sedang dilakukan, khususnya di Palestina.

Menurut Retno, sudah cukup lama sejak 2014 tidak ada negosiasi lagi antara Palestina dan Israel. Kondisi  tersebut memperlihatkan bahwa situasi di lapangan terus memburuk. “Termasuk melanjutnya ilegal settlement oleh Israel,” kata Retno. Oleh karena itu, Retno menjelaskan, ketiga pihak sepakat bahwa negosiasi harus segera dimulai kembali.

“Masing-masing bicara mengenai sudut pandang, dan intinya kita memiliki komitmen yang tinggi untuk berikan kontribusi. Kadang-kadang sudut pandang berbeda, sehingga yang paling penting adalah bagaimana kita mengkombinasikan sudut pandang yang berbeda tersebut ke sesuatu yang betul-betul bisa dilakukan,” ucap dia.

 Mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu menegaskan, poin utama dari tiga pertemuan bilateral dan pertemuan persiapan Paris Peace Conference tersebut, berujung pada two state solution is the only solution.

 “Jadi kalau ada pihak-pihak yang mengatakan bahwa masih ingin one state solution maka sudah jelas tidak akan mungkin dilakukan. Ini adalah persiapan ini adalah awal dari proses, proses baru, jadi nanti bentuknya apa kita masih belum tahu ini butuh konsolidasi lagi.”

(mus)