Irak Kembali Rebut Fallujah dari ISIS

Kelompok radikal ISIS.
Sumber :
  • www.rt.com

VIVA.co.id – Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi menyatakan pasukan Irak telah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Fallujah dari kelompok Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS).

Sebagai informasi, Fallujah jatuh ke tangan ISIS sejak 2014 lalu, beberapa bulan sebelum ISIS juga mengepung kota kedua terbesar di Irak, Mosul dan menyerang sebagian besar negara.

"Kami mengumumkan bahwa kami telah merebut kembali dan membebaskan Fallujah dari kepungan. Pasukan keamanan kami telah berhasil menguasai kota, kecuali sebagian kecil yang masih perlu dibersihkan dalam waktu beberapa jam ke depan," kata Abadi dalam pidatonya di televisi, seperti dilansir dari laman Aljazeera, Minggu, 19 Juni 2016.

Pada Jumat lalu, pasukan Irak mengatakan telah memasuki pusat kota Fallujah, hampir empat minggu setelah dimulainya serangan yang didukung koalisi AS untuk merebut kembali kota yang letaknya 50 km dari Ibu Kota Baghdad.

"Pasukan kontra terorisme dan respons cepat dari semua pihak telah merebut kembali pemerintahan di pusat Fallujah," kata komandan operasi, Letnan Jenderal Abdulwahab al-Saadi.

Bendera Irak telah dikibarkan di atas gedung-gedung, yang melambangkan kontrol pemerintah atas wilayah tersebut. Komandan mengatakan para pasukan telah melakukan perlawanan yang sangat luar biasa selama berusaha merebut kota Fallujah.

Sementara itu, meskipun pemerintah Irak sebelumnya menyatakan telah memiliki strategi untuk menyiapkan koridor yang aman bagi warga sipil di pusat kota untuk pergi, namun banyak yang enggan untuk meninggalkan wilayahnya karena takut diperlakukan kasar oleh unit Syiah.

Ribuan orang diyakini telah meninggalkan kota sejak serangan militer yang diluncurkan pada 23 Mei lalu. Namun pihak PBB pekan lalu mengatakan diyakini masih ada sebanyak 90.000 warga yang masih tinggal di wilayah Fallujah.

Banyak dari mereka yang mencoba melarikan diri telah ditahan di fasilitas penahanan, di mana mereka dilaporkan telah dilecehkan dan diperlakukan secara kasar oleh pasukan pemerintah dan pejuang Syiah.

Krisis kemanusiaan di Irak telah disebut sebagai yang terburuk di dunia oleh PBB. Sejak awal konflik pada 2014, lebih dari 3.4 juta orang telah telantar dan 2.6 juta lainnya melarikan diri dari Irak. (ase)