Sensasi Berbuka Puasa dari Ketinggian 2.500 Kaki

Dua pilot helikopter di Mekah berbuka puasa pada ketinggian 2.500 kaki.
Sumber :
  • Saudi Gazette

VIVA.co.id – Tak setiap orang memiliki kesempatan langka ini. Namun mungkin tak semua orang juga mau mengalami situasi berbuka puasa di udara dari ketinggian 2.500 kaki.

Media Saudi Gazette, pada Senin, 20 Juni 2016, menceritakan pengalaman dua pilot helikopter yang bertugas mengawasi Mekah saat azan magrib bergema. Mereka adalah pilot helikopter keamanan publik yang terus melayang di atas Mekah untuk menjamin keamanan dan keselamatan peziarah dan pengunjung.

Mereka terbang melintasi pegunungan, terowongan, jalur tol, dan daerah permukiman. Kedua pilot keamanan mengawasi seluruh pelosok Mekah, terutama di dekat Masjidil Haram dan daerah pusat, untuk mencegah potensi bahaya. Mereka menyampaikan informasi keamanan ke ruang operasi.

Perjalanan dimulai dari basis keamanan di Jeddah. Dari langit, terlihat proyek-proyek pembangunan besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah di Mekah dan tempat-tempat suci lainnya untuk kesejahteraan peziarah.

Jalan-jalan di Mekah tampak besar, bahkan dari langit. "Kami menyeberangi pos pemeriksaan keamanan di Shumaisy dan Holy Quran Gateway di Mekkah-Jeddah Expressway dan kami mencapai kota suci sebelum magrib. Helikopter melayang di atas Masjidil Haram untuk memantau situasi di dalam dan sekitar masjid," tulis wartawan Saudi Gazette dalam liputannya.

Daerah ibadah terbesar di sekitar Masjidil Haram itu siap menyambut jemaah. Area terbuka di timur, barat, dan utara menjelma menjadi putih karena kehadiran sejumlah besar peziarah yang mengenakan ihram.

Saat azan magrib bergema, keduanya berbuka puasa di helikopter mereka. Tak ada makanan mewah, hanya berbekal kurma dan air putih, keduanya membatalkan puasa. Sementara di bawah sana, aneka makanan terhidang bagi siapa saja yang akan berbuka puasa.

Kedua pilot tak setiap hari berbuka puasa di udara, karena jadwal terbang dibuat bergantian. Namun kesempatan berbuka puasa dari lokasi yang jauh dari daratan, hanya dengan kurma dan air putih, sambil menikmati pemandangan kota Mekah di waktu magrib, membuat mereka memiliki pengalaman hidup yang jauh berbeda.