Inggris Minta 'Cerai,' Uni Eropa Gelar Pertemuan Darurat

Bendera Inggris berkibar di depan gedung Parlemen.
Sumber :
  • Reuters/Rob Stodhart

VIVA.co.id – Para pemimpin Uni Eropa (UE) akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas keputusan rakyat Inggris, yang mayoritas minta negara mereka pisah dari organisasi kawasan tersebut. Keputusan pisah itu disuarakan lewat Jumat kemarin.

Menurut laman BBC, Sabtu, 25 Juni 2016, pertemuan khusus para pemimpin UE tersebut akan digelar Rabu, kali ini tanpa perwakilan Inggris. UE akan terus mendesak Inggris untuk memulai negosiasi dalam waktu dekat agar mereka bisa secara resmi berpisah dengan UE. “Uni Eropa akan terus berjalan dengan 27 anggota yang tersisa," kata Kepala Komisi Eropa, Jean Claude Juncker.

Saat ini, Inggris harus mengajukan Pasal 50 dari UE Lisbon Treaty, yang memberikan waktu selama dua tahun untuk menegosiasikan proses pemisahan.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan dia menyerahkan proses negosiasi tersebut kepada calon penggantinya. Sebab, Cameron kemarin sudah menyatakan akan mundur dari jabatan perdana menteri Oktober mendatang.

"Inggris memutuskan untuk meninggalkan UE kemarin. Tidak masuk akal untuk menunggu sampai bulan Oktober untuk memulai negosiasi persyaratan pemisahan mereka. Saya ingin ini (negosiasi) segera dimulai," kata Juncker.

Sebelumnya diwartakan, setelah bersama Uni Eropa selama 43 tahun, hasil referendum yang digelar pada 23 Juni 2016, memutuskan Inggris ke luar dari Uni Eropa (Brexit).

Kampanye Leave, yang mendukung keluarnya Inggris dari UE mendapat dukungan 52 persen suara dibandingkan dengan kampanye Remain, yang mempertahankan Inggris di UE dengan total dukungan 48 persen.

(ren)