Empat Bank Besar di Singapura Terseret Korupsi 1MDB

Kantor Bank Standard Chartered.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Singapura akan mengambil tindakan tegas terhadap empat bank besar karena mereka diduga terlibat dalam skandal megakorupsi perusahaan investasi negara, 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Melansir situs BBC, Jumat, 22 Juli 2016, keempat bank besar tersebut yakni Standard Chartered (Stanchart) Bank, UBS, DBS dan Falcon Bank.

Monetary Authority of Singapore (MAS) atau Otoritas Moneter Singapura, selaku regulator keuangan dan makro, menemukan adanya penyimpangan dan kelemahan dalam pengawasan soal pencucian uang di empat bank tersebut.

Kini, 1MDB menjadi pusat penyelidikan korupsi global, setelah Kejaksaan Agung Federal Amerika Serikat mengumumkan akan menyita aset-aset perusahaan asal Malaysia itu.

Singapura mengikuti jejak AS dan Swiss yang menyelidiki dugaan penggelapan dana di 1MDB, yang didirikan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, pada 2009. MAS, dalam sebuah pernyataan, menyebut sudah menyelidikinya sejak Maret 2015.

Penyelidikan dilakukan setelah Kejaksaan Agung Singapura menyita aset senilai US$177 juta (Rp2,34 triliun/£134 juta) yang terkait dengan 1MDB. MAS mengungkapkan transfer harta kekayaan yang ditempatkan di empat bank besar yang sumbernya berasal dari pencucian uang (money laundering) atau biasa dikenal layering.

Biasanya, MAS melanjutkan, layering dilakukan dengan tujuan menyamarkan asal aliran dana dari kegiatan tertentu.

"Dalam beberapa kasus, shell atau perusahaan pihak ketiga tidak sah yang berdomisili di berbagai yurisdiksi dipakai untuk menyembunyikan asal uang yang sebenarnya," bunyi pernyataan MAS.