Pelaku Penusukan di London Diduga Alami Gangguan Mental

Seorang polisi wanita berjaga di area penusukan di London.
Sumber :
  • Reuters/Neill Hall
VIVA.co.id - Pihak Kepolisian London mengungkap bahwa pelaku penusukan brutal di London diduga memiliki gangguan mental. Meski demikian, serangan yang menewaskan satu wanita dan melukai lima lainnya ini tak mengesampingkan adanya unsur terorisme.

Seperti diberitakan Reuters, Kamis, 4 Agustus 2016, polisi telah menangkap pria berusia 19 tahun di Russel Square, setelah ia menyerang wanita berusia 60 tahun dan melukai warga lainnya di tempat kejadian.


"Indikasi awal menunjukkan bahwa kesehatan mental adalah faktor yang paling signifikan dalam serangan ini. Namun proses penyelidikan masih terus berlangsung," kata Asisten Komisaris Polisi Metro London, Mark Rowley.


Lebih lanjut Rowley mengatakan, pada tahap ini kemungkinan motif terorisme sangat mungkin terjadi, mengingat bahwa serangkaian aksi brutal belakangan terjadi di beberapa negara Eropa.


Terkait hal ini, Wali Kota London, Sadiq Khan, meminta warganya untuk tetap tenang dan waspada. Ia mengatakan, keamanan seluruh warga kota London adalah prioritasnya.


"Saya meminta seluruh warga London untuk tetap tenang dan waspada. Tolong laporkan apa saja yang mencurigakan kepada polisi. Kita semua memiliki peran yang sangat penting untuk terus menjaga mata dan telinga untuk memberitahukan pada polisi dan petugas keamanan dan membuat semuanya yakin bahwa London sangat aman," ujarnya.