Iran Eksekusi Mati Ilmuwan Nuklirnya

lmuwan Iran Shahram Amiri berbicara kepada jurnalis saat tiba di bandara Imam Khomini di Tehran, 15 Juli 2010.
Sumber :
  • REUTERS/Raheb Homavandi/File Photo

VIVA.co.id - Iran mengumumkan telah mengeksekusi mati ilmuwan nuklirnya, Shahram Amiri, setelah dia dianggap menjadi mata-mata Amerika Serikat. Hukuman mati dijatuhkan Amiri oleh pengadilan Iran setelah dia menjalani proses peradilan sejak ditangkap pada 2010.

Dikutip dari Reuters, Minggu, 7 Agustus 2016, juru bicara Pengadilan Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan dengan mengeksekusi mati Amiri, maka hukum telah ditegakkan oleh Mahkamah Agung Iran.

"Hukuman karena diduga hubungannya dengan Amerika Serikat, Amiri memberi informasi penting kepada Amerika Serikat tentang musuhnya," kata Mohseni Ejei dalam konferensi pers dikutip dari kantor berita Iran.

Hukuman mati yang dijatuhkan Amiri itu itu bermula saat sang ilmuwan Organisasi Energi Atom Iran itu menghilang saat menjalankan haji di Arab Saudi pada 2009. Menghilang di Tanah Suci, tapi Amiri tiba-tiba muncul di Amerika Serikat.

Setahun kemudian, Amiri pulang ke Iran dan langsung ditangkap. Penangkapan Amiri itu diduga karena sang ilmuwan bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Hal itu secara tak langsung diakui oleh Negeri Paman Sam. Seorang pejabat AS mengatakan, pada 2010, Washington telah menerima 'informasi berguna' dari Amiri.

Polemik mewarnai seputar kemunculan Amiri di negeri adidaya tersebut. Iran menuding agen intelijen AS, CIA, telah menculik Amiri, tapi AS mengelak dan menegaskan Amiri datang ke AS karena mendapat tekanan dari keluarganya di Iran. Untuk itu, AS sempat memberikan kebebasan bagi Amiri untuk datang ke AS sesukanya.

Sementara dalam proses pengadilan, Amiri telah membantah spekulasi yang menyebutkan dia bermasalah dengan keluarganya. Dalam video yang ditayangkan pada 2010, Amiri mengatakan dia telah melarikan diri dari agen AS.

Hubungan AS dan Iran memang panas, terutama dalam hal isu nuklir. Tahun lalu, sebenarnya hubungan kedua negara sudah cukup membaik.

Iran, AS dan lima negara lain di dunia telah mencapai kesepakatan baru tentang nuklir. Iran setuju membatasi program nuklirnya, dengan memastikan tidak mengembangkan senjata nuklir. Dengan kesediaan tersebut, Iran mendapat kompensasi pencabutan sanksi ekonomi.