India Larang Turis Asing Pakai Rok Mini

Rok mini/Ilustrasi.
Sumber :
  • REUTERS/Kacper Pempel

VIVA.co.id – Menteri Kebudayaan India, Mahesh Sharma, menerima kritikan lantaran mengeluarkan kebijakan melarang menggunakan rok mini bagi wisatawan asing perempuan. Ia telah membuat daftar boleh dan tidak boleh untuk diberikan kepada para turis di bandara yang banyak menyambangi India pada musim liburan Oktober sampai Maret.

Sharma juga mengingatkan agar mereka tidak boleh keluar sendirian di malam hari di daerah kota-kota kecil.

”Untuk keselamatan mereka sendiri. Wanita turis asing tidak harus memakai gaun pendek dan rok. Budaya India berbeda dari budaya Barat,” kata Sharma, seperti dilansir situs BBC, Selasa, 30 Agustus 2016.

Ia juga menyarankan, agar perempuan untuk mencatat nomor kendaraan yang mereka gunakan saat berada di India, dan menyampaikan nomor itu ke teman-teman mereka sebagai langkah keamanan tambahan.

Peraturan ini kontan memicu pro dan kontra sejumlah pihak. Partai-partai oposisi dan aktivis hak-hak perempuan, mengecam komentar Sharma dan menyebutnya sebagai misoginis (orang yang benci wanita).

Sharma melihat jika kasus pemerkosaan kerap terjadi di taksi dan angkutan umum lain.

Sejak pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi kedokteran di New Delhi pada 2012, dan serangan susulan yang menyasar perempuan wisatawan asing setelahnya, pariwisata India anjlok.

Berdasarkan statistik kejahatan nasional India, setiap hari ada 92 perempuan diperkosa di India.  Kasus ini paling banyak terjadi di pedesaan.

Kekerasan dan pelecehan di jalan-jalan kota dan desa, yang kadang-kadang disebut “eve-teasing”, dialami oleh setidaknya 79 persen perempuan India, demikian sebuah survei terbaru.

Lalu, seorang wanita Jepang diculik dan diperkosa di Bihar pada 2014. Turis perempuan asal Rusia juga diserang oleh pengemudi becak di New Delhi pada 2015.

Kasus terbaru terjadi pada Juli 2016 ketika seorang perempuan berwarganegara Israel diserang secara seksual oleh sekelompok laki-laki di sebuah resor di kota Manali, Himalaya.

(ren)