Majalah Penerbangan China Beri Nasihat Bernada Rasialisme

Tulisan dalam majalah di maskapai Air China yang bernada rasis.
Sumber :
  • Air China/Mirror

VIVA.co.id – Sebuah majalah yang biasa diedarkan dalam penerbangan di China memuat tulisan bernada rasialisme. Majalah tersebut menyebut wilayah-wilayah berbahaya di London yang sebaiknya dihindari.

Jika saja tak menyebut warga negara tertentu, pasti pesan yang ingin disampaikan oleh majalah Wings, yang berkantor di China. sangat baik. Namun editor majalah ini mungkin lupa prinsip rasialisme. Tulisan bermasalah itu sebenarnya sedang memberikan pengetahuan tentang kota London untuk mereka yang sedang terbang menuju kota tersebut.

Tulisan dalam majalah internal itu mengatakan, "Sebenarnya London adalah kota yang aman untuk didatangi, namun bagaimanapun perlu menjaga kehati-hatian saat memasuki beberapa area yang banyak dihuni oleh orang India, Pakistan, dan kulit hitam. Kami menyarankan turis untuk tak keluar malam sendirian, dan perempuan sebaiknya didampingi oleh orang lain saat bepergian."

Tulisan itu langsung menjadi masalah dan menuai protes. Diberitakan oleh Mirror, Jumat, 9 September 2016, Virendra Sharma, seorang anggota dewan di India mengaku langsung menyampaikan surat kepada Dubes China di India. Ia meminta pemerintah China meminta maaf atas tulisan yang menurutnya sangat rasialisme itu. "Saya terkejut dan bahkan hari ini, banyak orang akan menganggap, menulis yang tak benar dan berbau rasialisme adalah hal yang biasa," ujarnya.

Namun pihak manajemen cepat tanggap. Sebelum makin meluas, mereka segera memberikan klarifikasi atas tulisan tersebut.  Penerbit majalah mengatakan, kalimat tak pantas yang tersaji dalam majalah tersebut adalah semata kesalahan editor, dan tak merepresentasikan kebijakan majalah tersebut.

"Kami akan segera menarik dari peredaran seluruh publikasi, dan menerima pelajaran ini dengan kehati-hatian. Kami akan meningkatkan manajemen pengawasan agar kesalahan ini tak terjadi lagi di masa datang. Kami juga dengan senang hati meminta maaf pada seluruh pembaca dan penumpang pesawat Air China yang merasa tak nyaman dengan hal ini," ujar pihak pengelola majalah.

Maskapai Air China setiap hari memiliki dua kali penerbangan dari Beijing ke Heathrow, London. Menurut data, jumlah turis China yang terbang ke London sepanjang tahu lalu naik hingga 46 persen, dan mencapai 270.000 pengunjung.