Trump Puji Langkah Rusia Perangi ISIS di Suriah

Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sumber :
  • REUTERS/Alexei Druzhinin/RIA Novosti/Kremlin

VIVA.co.id – Kandidat Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, mendukung langkah Rusia dalam memberantas kelompok Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS) di Suriah.

Tak hanya Rusia, Iran dan Suriah di bawah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, juga memiliki andil dalam upaya menyingkirkan gerak kelompok militan tersebut.

"Jika Anda berbicara pemberontak, Anda harus tahu siapa pemberontak yang dimaksud dan di mana mereka berada," kata Trump, dalam debat Capres AS kedua di Missouri, Amerika Serikat, di Kabar Khusus tvOne, Senin, 10 Oktober 2016.

Ia pun mengkritik kebijakan luar negeri Presiden Barack Obama yang gagal dalam menumpas ISIS.

"Kebijakan luar negeri Amerika saat ini salah arah dan berujung bencana. Mereka (ISIS) masih ada karena kita (AS) lemah," paparnya.

Dengan tegas taipan New York ini menegaskan bahwa Rusia, Iran, dan Suriah, telah berhasil membunuh para militan ISIS.

"(Presiden Suriah Bashar al-) Assad membunuh ISIS. Rusia membunuh ISIS. Iran juga sama membunuh ISIS. Ketiganya bersama-sama, karena itu tadi, kebijakan kita yang lemah," jelas Trump.

Ia pun terang-terangan jika terpilih menjadi Presiden AS, maka akan merangkul Rusia sebagai sekutu. "Saya tidak masalah jika kita bergaul dengan Rusia. Kita menjadi kuat untuk melawan ISIS," tuturnya

Sebelumnya, Trump tidak sepakat dengan calon wakil presidennya, Mike Pence, yang mendorong AS intervensi lebih banyak di Suriah.

Pence mengatakan bahwa AS harus siap untuk menyerang Suriah bila Rusia terus terlibat dalam 'aksi barbar' di Aleppo.

"Dia (Pence) dan saya belum bicara. Saya tidak setuju dengannya," beber Trump.