Australia Ajak Tokoh Muslim Indonesia Berbagi Pengalaman

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.
Sumber :
  • VIVA.co.id / Renne Kawilarang

VIVA.co.id – Pemerintah Australia memberikan kesempatan bagi tokoh Muslim Indonesia untuk mengikuti program pertukaran terkait praktik Islam dan agama lain di negeri Kanguru.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, mengatakan, program ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk melakukan perjalanan ke Australia pada awal tahun depan ke tiga kota besar untuk berbagi pengalaman mengenai kemajemukan multibudaya.

"Tahun 2017, para tokoh Muslim akan mengunjungi Melbourne, Sydney dan Canberra. Di sana mereka akan bertemu dengan para pemimpin agama serta memperoleh pengalaman mengenai kemajemukan multibudaya," kata Grigson, melalui keterangannya, Selasa, 22 November 2016.

Untuk diketahui, awal keberadaan masyarakat Muslim di Australia sejak 1650. Hingga kini, terdapat sekitar 175 masjid dan hampir setengah juta warga Muslim yang tinggal di Australia.

Islam merupakan salah satu agama dengan pertumbuhan tercepat di Australia, yang diperkirakan tumbuh sekitar 40 persen setiap tahunnya.

"Hampir setengah umat Muslim Australia lahir di Australia. Bersama dengan warga Muslim yang baru saja tiba berasal dari aneka latar belakang termasuk Timur Tengah, Asia Selatan, Eropa Timur dan Asia Tenggara membawa aneka ragam gagasan, keterampilan dan bakat," ujar Grigson.

Melalui program pertukaran tersebut, para peserta akan diajak berkunjung ke Museum Islam Australia dan Masjid Gallipoli yang bersejarah di Sydney.

Selain itu, sebagai bentuk pertukaran, para peserta dari Australia pun akan berkunjung ke Indonesia tahun depan. Tahun ini, para peserta Australia berkunjung ke Candi Borobudur untuk menyaksikan perayaan Waisak dan Candi Hindu, serta acara Moslem Fashion Festival.