Rusia Klaim Perjanjian Damai di Suriah Telah Dicapai

Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sumber :
  • REUTERS/Alexei Druzhinin/RIA Novosti/Kremlin

VIVA.co.id – Pemerintah Suriah dan kelompok oposisi bersenjata telah menyepakati gencatan senjata di wilayah Suriah dan kesiapan untuk memulai pembicaraan perdamaian, seperti diberitakan oleh Sputnik, Kamis, 29 Desember 2016.

"Beberapa jam yang lalu, sebuah kabar gembira kami terima, kabar yang telah lama kita nantikan, kabar bahagia tentang usaha keras kita untuk mewujudkan perdamaian di Suriah telah membuahkan hasil. Tiga dokumen perjanjian telah ditandatangani," kata Putin dalam pidatonya.

Menurut Putin, dokumen pertama adalah perjanjian yang ditandatangani antara pemerintah Suriah dan oposisi, mengenai gencatan senjata di Republik Arab Suriah. Dokumen kedua adalah serangkaian langkah-langkah untuk memantau pengaturan gencatan senjata.

“Dan dokumen ketiga adalah pernyataan kesiapan untuk memulai negosiasi perdamaian di pemukiman Suriah.”

Putin menambahkan kesepakatan Suriah masih terbilang rapuh, memerlukan perhatian khusus dan kesabaran, serta kontak konstan dengan mitra.

"Saya ingin menyampaikan harapan bahwa, segera, setelah Donald Trump menempati Gedung Putih, mereka juga dapat bergabung ke dalam upaya ini [untuk menyelesaikan krisis Suriah] sehingga kita bisa bekerja sama," kata Menteri Lavrov dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sementara itu, Presiden Putin telah memberikan instruksi kepada menteri luar negeri dan menteri pertahanan Rusia, Sergey Lavrov dan Sergei Shoigu, untuk mengatur komunikasi dengan para pemimpin Turki, Iran dan Suriah agar dapat mengkoordinasikan langkah-langkah lebih lanjut atas perjanjian Suriah.

"Saya meminta Anda untuk mengatur komunikasi saya dengan mitra kita di Turki, Iran dan Damaskus. Kita perlu membahas langkah-langkah berikutnya secara bersama dalam rangka memperbaiki kesepakatan yang telah dicapai," kata Putin kepada kedua menterinya itu.