Bantah Korupsi, PM Israel Tetap Diinterogasi 3 Jam

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Sumber :
  • REUTERS/Amir Cohen

VIVA.co.id – Meski membantah melakukan tindakan suap dan korupsi, namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tetap diinterogasi oleh pihak berwenang di kediaman resminya di Yerusalem selama tiga jam.

Netanyahu didakwa menerima hadiah uang dalam jumlah besar untuk kepentingan pribadi dan anggota keluarganya. Polisi dan Kejaksaan Agung Israel tengah menyelidiki apakah dana tersebut diberikan untuk penggunaan maksud tertentu.

"Saya melihat pemberitaan di media massa, juga isu yang beredar, baik di masyarakat maupun pihak oposisi. Saya tegaskan bahwa dugaan itu tidak benar. Mereka boleh saja membuat tuduhan liar, tapi saya akan terus memimpin Israel," ujar Netanyahu, seperti dikutip situs Theguardian, Selasa, 3 Januari 2017.

Ia bersama istrinya, Sara Netanyahu, diterpa beberapa skandal selama bertahun-tahun, termasuk penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana negara serta audit pengeluaran keluarga.

Keluarga Netanyahu dengan tegas membantah melakukan kesalahan. Ia diduga menerima uang dari Arnaud Mimran, pengusaha asal Prancis yang dijatuhi hukuman kurungan selama delapan tahun atas dugaan penipuan senilai 283 juta euro terkait izin emisi karbon dan penyelewengan pajak.

Selain itu, perdana menteri berusia 67 tahun ini tengah diawasi terkait pembelian kapal selam dari perusahaan Jerman, ThyssenKrupp. Dalam kasus ini, diduga terjadi konflik kepentingan dalam pembelian kapal selam karena pengacara keluarga Netanyahu, David Simron, juga bertindak sebagai agen ThyssenKrupp untuk Israel.

Saat ini, Netanyahu tengah menjalani periode keempatnya sebagai perdana menteri dan menjadi pemimpin pemerintah sayap kanan paling kuat di Israel. Ia telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 11 tahun dari Partai Likud.