Trump Presiden, Campur Tangan AS di Dunia Bisa Menyusut

Presiden AS, Donald Trump.
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

VIVA.co.id – Mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, menilai keputusan Amerika Serikat yang menarik diri dari peran pemimpin dunia atau Global Cop membuat banyak kawasan harus melakukan penataan kembali. Komitmen AS di Asia Pasifik pun diperkirakan akan semakin disusutkan.

"Kita lihat saja Donald Trump secara jelas tidak memberi arti penting bagi Uni Eropa, bahkan NATO. Dikatakan oleh Trump bahwa NATO sudah tidak relevan. Bayangkan apa yang harus dilakukan sekarang. Kalau komitmen AS menyusut dari NATO maka pengeluaran militer negara Eropa juga akan meningkat," kata Hassan di Jakarta, Jumat, 27 Januari 2017.

Dengan pengurangan komitmen Amerika di dunia dan kawasan Asia Pasifik, Hassan menilai bahwa ini akan membuka peluang untuk Jepang dan Korea Selatan, khususnya di mata China untuk tidak lagi menjadi "penguasa" di kawasan. Hal ini juga akan mempengaruhi pengeluaran militer di kawasan Asia.

"Peluang ini sebenarnya akan membuat hubungan di kawasan menjadi lebih jernih. Untuk menghadapinya, kita harus menciptakan payung-payung regional untuk membentuk tatanan regional di kawasan kita," ujar Hassan.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Trump mengatakan bahwa NATO sudah usang, meski ia masih menganggapnya penting. Ini karena tak semua anggota NATO membayar secara adil untuk keamanan Amerika Serikat.

"Banyak negara anggota NATO tak membayar yang seharusnya mereka bayar. Dan menurut saya ini sangat tak adil bagi Amerika," ujar Trump.

NATO berdiri pada tahun 1950 sebagai kunci pertahanan Eropa Barat, saat memperluas wilayah aktivitas mereka paska-periode Perang Dingin, sebagai pembatas dengan Rusia. Dalam pakta pendiriannya, negara yang bergabung dengan NATO sepakat, bahwa serangan terhadap salah satu dari mereka adalah serangan terhadap semua. (ren)