Imigran Timur Tengah Tambah Penduduk Kanada

Demonstrasi di AS menentang Kebijakan Presiden Donald Trump yang menolak masuk pengungsi dan pendatang dari tujuh negara.
Sumber :
  • REUTERS / Stephanie Keith

VIVA.co.id – Dalam lima tahun terakhir, jumlah populasi Kanada tumbuh pesat karena kedatangan imigran dari tujuh negara yang ditolak masuk Amerika Serikat. Ketujuh negara tersebut adalah Iran, Irak, Suriah, Lebanon, Libya, Somalia dan Yaman.

Badan Pusat Statistik Kanada menyebutkan bahwa data penduduk yang tersedia dari sensus tahun lalu menunjukkan Kanada kini memiliki populasi sekitar 35 juta jiwa, meningkat 1,7 juta (lima persen) dibandingkan sensus pada 2011 yang mencapai 33,3 juta jiwa. Dari 1,7 juta jiwa ini sekitar dua pertiganya berasal dari para imigran, dan mengalahkan pertumbuhan penduduk pribumi.

"Ke depan, pertumbuhan penduduk di Kanada diproyeksikan semakin bertambah seiring dengan peningkatan kedatangan imigran. Pertumbuhannya lebih tinggi ketimbang penduduk lokal akibat tingkat kelahiran yang rendah serta populasi yang menua," bunyi keterangan resmi BPS Kanada, seperti dikutip situs Alarabiya, Jumat, 10 Februari 2017.

Dalam kelompok negara maju, G7, jumlah penduduk Kanada mengalami lonjakan ketimbang enam negara lainnya pada periode 2001-2006 dan 2006-2011, di mana tiga kota terbesar di Kanada sebagai penyumbang.

Ketiganya yaitu Toronto dengan 5,9 juta jiwa, Montreal sebanyak 4 juta jiwa, serta Vancouver sebesar 2,4 juta jiwa. Oleh karena itu, pada musim gugur mendatang, pemerintah Kanada menetapkan batas atas imigrasi di 300.000 orang per tahun.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, melalui akun Twitter-nya @JustinTrudeau, mengirim pesan kepada para pengungsi yang ditolak Presiden Trump bahwa Kanada menerima mereka. "Untuk orang-orang yang melarikan diri dari teror dan perang. Kanada akan menyambut Anda, terlepas dari apa iman Anda #WelcomeToCAnada," tulisnya, pada akhir Januari lalu. (one)