Jokowi Bahas Laut China Selatan di Filipina

Presiden Jokowi saat meninjau Kepulauan Natuna di atas KRI Imam Bonjol.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Setpres-Krishadiyanto

VIVA.co.id – Dalam kunjungan kenegaraan ke Filipina pada Jumat, 28 April 2017, Presiden Joko Widodo akan membahas Laut China Selatan.

Seperti diketahui, Indonesia menetapkan bahwa Kepulauan Natuna sebagai bagian dari kedaulatan nasional. Sementara itu, China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, termasuk Natuna.

Kunjungan mantan gubernur DKI Jakarta ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke-30 ASEAN pada 29 April mendatang di ibu kota Manila.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares mengatakan, lawatan Jokowi ini untuk memberikan arah tegas bagaimana posisi Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara merespons terhadap situasi dan kondisi saat ini.

"KTT ini memiliki arti strategis. Kehadiran Presiden akan memberi arah bagaimana ASEAN berkiprah untuk 50 tahun ke depan, di samping membahas isu regional dan internasional," kata Tavares, di Jakarta, Selasa, 25 April 2017.

Ia juga menjelaskan, Presiden Jokowi menekankan pada hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact), dan bagaimana ASEAN mewujudkan manfaat bagi warga negara, serta implementasinya seperti apa.

Menurut Tavares, implementasi akan menjadi fokus utama, sebab dari berbagai pertemuan dan diskusi, negara-negara ASEAN telah menghasilkan berbagai komitmen yang perlu diwujudkan.

Dengan demikian, hasil tersebut dapat benar-benar diterapkan dan dirasakan oleh warga negaranya.

"Pembahasan menyangkut perdamaian dan stabilitas di kawasan, termasuk Semenanjung Korea, selain Laut China Selatan. Presiden juga membahas sentralitas ASEAN untuk menjawab tantangan di masa depan," tutur dia. (art)