Trump Sindir Obama di Depan Siswa, Pramuka AS Minta Maaf

Presiden AS Donald John Trump
Sumber :
  • REUTERS/Carlos Barria

VIVA.co.id – Ketua kelembagaan Pramuka Amerika Serikat meminta maaf atas nama organisasinya kepada publik AS atas pidato Presiden AS Donald Trump yang dianggap sangat politis pada acara Jambore Pramuka beberapa hari lalu.

Dilansir laman Reuters, para orangtua peserta Jambore memprotes dan mengecam pidato Trump di depan anak-anak mereka karena dianggap sangat politis.

"Saya ingin secara resmi meminta maaf kepada semua keluarga yang merasa kecewa dengan adanya retorika politik di jambore," kata Ketua organisasi Pramuka Michael Surbaugh melalui rilis pers di web resmi organisasinya.

Dia mengatakan, organisasi tersebut tak pernah berharap bahwa ada unsur-unsur politik dalam jambore yang diikuti sekitar 38 ribu anak AS berusia 12 hingga 18 tahun tersebut.

Surbaugh mengatakan, setiap Presiden AS memang biasanya diundang berbicara di Jambore Pramuka yang bahkan sudah diadakan sejak tahun 1973. Namun harus diingat bahwa Pramuka adalah organisasi nonpartisan.

"Kami sangat menyesal kalau unsur-unsur politik akhirnya dimasukkan dalam acara," kata dia.

Selain 38 ribu peserta, diketahui ada lebih dari 2.000 sukarelawan, staf dan pengunjung berada di acara itu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam sambutan sekitar setengah jam menyinggung soal politik di acara itu. Dia mengatakan, pada saat ini orang-orang tak lagi terlalu tertarik dengan politik. Pula dia menyindir mantan Presiden Barack Obama dan mantan calon Presiden Hillary Clinton.

Pernyataan di pidato kemudian dikecam ramai-ramai oleh para orangtua peserta termasuk melalui akun fanpage Facebook Pramuka AS. Mereka menilai, Trump tak pantas menyisipkan pesan politik di hadapan anak-anak Amerika.