Kemlu Sebut Ancaman Nyata Terorisme Sudah Masuk ASEAN

Menlu bersama Kapolri dan Panglima TNI di Manila, dalam pertemuan trilateral dengan Malaysia dan Filipina membahas soal ISIS di Marawi, Filipina.
Sumber :
  • Kemlu RI

VIVA.co.id – Mengadang penyebaran terorisme di Asia menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan membawa hal ini pada pertemuan tingkat menteri ASEAN pada Agustus mendatang.

Menteri Retno akan menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri (AMM) ASEAN yang akan diselenggarakan di Manila, Filipina, pada 4-8 Agustus 2017. Isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut yakni terorisme dan Laut China Selatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan, terkait dengan terorisme, akan ditekankan mengenai ancaman nyata teroris kepada kawasan yang bukan hanya di depan mata, tetapi sudah masuk ke wilayah ASEAN.

"Menlu akan sampaikan langkah yang telah kita ambil dalam konteks trilateral maupun sub-regional meeting. Ini bukan hal baru bagi ASEAN karena sudah banyak mekanisme untuk perangi terorisme," kata Arrmanatha di Gedung Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat 28 Juli 2017.

Saat ini, bersama Australia dan lima negara lainnya di ASEAN, Indonesia juga sedang mengadakan pertemuan internasional yang membahas soal radikalisme dan terorisme. Bersama Indonesia, pemerintah Australia menyatakan komitmen dan dukungannya untuk memberantas aksi terorisme di kawasan regional.

Menurunnya kekuatan ISIS di Timur Tengah dikabarkan akan berpindah ke Asia, sehingga sebelum keberadaan mereka meluas, seperti kasus di Marawi, Filipina, maka pencegahan perlu dilakukan.