Belum Beres dengan Korut, AS Juga Diancam Iran

Presiden Iran, Hassan Rouhani, berpidato saat peringatan Revolusi Islam Iran.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Presiden Iran, Hassan Rouhani, memberikan reaksi keras atas tudingan AS, yang tak percaya negara Timur Tengah itu menjalankan perjanjian dengan lima kekuatan dunia. Rouhani bahkan mengancam bahwa Iran akan bereaksi sangat keras jika AS melanggar perjanjian.

Iran mengancam akan mengabaikan perjanjian nuklir dengan lima kekuatan dunia jika AS kembali menjatuhkan sanksi pada Iran. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, perjanjian itu akan mereka abaikan hanya selisih hitungan jam jika sanksi baru dijatuhkan.

"Jika Amerika ingin kembali merasakan pengalaman (dengan memaksakan sanksi), Iran dengan segera berbalik, bukan hitungan pekan atau bulan, namun dalam hitungan jam dengan kondisi yang lebih meningkat dibanding sebelum memulai negosiasi," ujar Rouhani dalam sebuah sesi dengan Parlemen Iran yang disiarkan langsung oleh televisi Iran, dan dikutip oleh Channel News Asia, 15 Agustus 2017.

Iran mengatakan, sanksi baru yang akan dipaksakan oleh AS pada mereka akan melanggar kesepakatan yang telah dicapai pada 2015 dengan AS, Rusia, China, dan tiga negara Eropa, di mana dalam perjanjian tersebut disepakati Iran akan mengurangi aktivitas nuklirnya untuk dibebaskan dari sanksi.

Akhir Juli lalu, Badan Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada enam perusahaan Iran karena keterlibatan mereka dalam pembangunan program rudal balistik setelah Teheran meluncurkan sebuah roket yang mampu menempatkan satelit ke orbit.

Awal Agustus Presiden AS Donald Trump juga memberikan sinyal soal sanksi baru yang akan dijatuhkan AS pada Iran, Rusia, dan Korea Utara yang sudah disetujui oleh Kongres AS.  Sanksi yang dijatuhkan itu juga menargetkan program rudal Iran sebagai kekerasan pada hak kemanusiaan.

Sanksi Sepihak

AS memberlakukan sanksi sepihak setelah mengatakan bahwa uji coba rudal balistik Iran telah melanggar resolusi U.N., yang mendukung kesepakatan nuklir tersebut dan meminta Teheran untuk tidak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran yang menggunakan teknologi tersebut.

Iran membantah bahwa pengembangan rudalnya melanggar resolusi tersebut, dengan mengatakan misilnya tidak dirancang untuk membawa senjata nuklir.

"Dunia telah dengan jelas melihat bahwa di bawah Trump, Amerika telah mengabaikan kesepakatan internasional dan, selain merongrong (kesepakatan nuklir), telah melanggar ketentuan tentang kesepakatan Paris dan kesepakatan Kuba ... dan bahwa Amerika Serikat bukanlah Mitra yang baik atau negosiator yang handal, "kata Rouhani

Pekan lalu Trump mengatakan bahwa dia tidak percaya Iran hidup sesuai semangat kesepakatan nuklir. (ren)