Paska Serangan ISIS, Butuh Rp14,5 Triliun Bangun Marawi

Suasana Kota Marawi, Filipina, mirip kota mati Setelah Pertempuran dengan ISIS
Sumber :
  • REUTERS/Romeo Ranoco

VIVA.co.id –  Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan butuh biaya sekitar USD1.1 miliar atau setara Rp14.5 triliun, untuk membangun kembali kota Marawi pasca menjadi medan perang militan ISIS.

Berminggu-minggu pertempuran antara pasukan pemerintah dengan kelompok Maute yang terinspirasi ISIS telah menyebabkan kota Marawi yang semula semarak, menjadi sebuah kota mati karena ditinggal 230 ribu orang penduduknya.

"Ada kebutuhan untuk membangun kembali infrastruktur, memberikan bantuan sosial kepada mereka yang mengalami trauma akibat perang dan mengisi kembali amunisi angkatan bersenjata," kata Lorenzana, seperti diberitakan Manila Bulletin, Jumat 8 September 2017.

Sebanyak 770 orang telah tewas sejak pertempuran dimulai pada 23 Mei lalu, ketika ratusan militan mengepung kota Marawi. Seiring konflik yang terus berjalan, biaya pun terus meningkat. Perkiraan terakhir, biaya tersebut menelan sepertiga anggatan pertahanan Filipina tahun ini.

Lorenzana mengatakan pemerintah rencananya akan mengajukan dana tambahan kepada parlemen sebesar P10 miliar (Rp 2.6 triliun) tahun ini untuk mulai rekonstruksi. Selain itu, diperkirakan dibutuhkan P7.5 miliar (Rp 1.9 triliun) untuk mempekerjakan 20 ribu tentara dan 10 ribu polisi.

Pemerintah Filipina minggu ini mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk menjual obligasi P30 miliar pada kuartal keempat untuk membantu mendanai pembangunan Marawi.