Lagi Cuci Tangan, Turis Inggris Disantap Buaya

Ilustrasi buaya
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Seorang turis Inggris yang juga berprofesi sebagai jurnalis di Financial Times tewas disambar buaya di sebuah sungai di Sri Lanka. Ia datang ke Sri Lanka sebagai turis dan berlibur.

Paul Mc Lean, 25 tahun, seorang lulusan dari Universitas Oxford, Inggris, dikabarkan sedang sendirian dan menjauh dari teman-temannya karena ingin buang air. Beberapa temannya mengatakan, Paul diduga sedang mencuci tangannya saat seekor buaya menyambarnya dan langsung menyeret Paul ke dalam laguna yang dikenal dengan nama  Crocodile Rock di Arugam Bay.

Tak ada yang melihat langsung kejadian tersebut. Namun, laguna yang didatangi Paul diketahui penuh dengan buaya. Laguna itu berlokasi tak jauh dari tempat area selancar populer Elephant Rock di dekat Teluk Arugam di pantai tenggara Sri Lanka.

Penduduk setempat mengatakan korban menginap di East Beach Surf Resort - terletak hanya beberapa menit dari daerah selancar tempat ia menghilang. Saksi mata mengaku melihat korban disambar buaya saat sedang mencuci tangan.

Fawas Lafeer, pemilik Sekolah Surf Safa mengatakan ada nelayan yang melihat kejadian tersebut.  "Seorang nelayan setempat menyaksikan seorang pria diseret ke sungai, dari dekat pantai. Nelayan itu berada di seberang sungai dan hilir lokasi kejadian," ujarnya seperti dikutip dari The Sun, 15 September 2017.

"Ini adalah serangan buaya pertama yang diketahui di Sri Lanka. Baik wisatawan maupun penduduk lokal berselancar di Elephant Rock, yang merupakan pantai terpencil yang indah dan sangat aman. Buaya di Sri Lanka hidup hanya di perairan segar di hutan. Hampir tidak pernah terdengar bagi mereka untuk mendekati pantai. Air asin justru membuat mereka buta," ujarnya menambahkan.

Sementara itu, seorang turis Skotlandia, yang tak bersedia menyebutkan namanya mengatakan ia melihat turis Inggris itu berada di tempat berselancar yang disebut Elephant Rock. "Ada laguna tepat di sebelah laut, dia pergi ke toilet di samping laguna dan diterkam seekor buaya," bebernya.

"Ada banyak orang di laguna. Orang-orang terakhir melihat tangannya di udara dari dalam air, dan kemudian berusaha meraihnya. Aku ada di sana tapi tidak melihatnya terjadi. Mengerikan. Banyak wisatawan berbicara tentang ketakutan mereka setelah serangan itu," ujarnya menambahkan.

Saat ini tim pencari dan penyelamat lokal masih bekerja sama dengan polisi dan Kedutaan Besar Inggris di Sri Lanka sedang berusaha menemukan jasad Paul. (ren)