Muslim Rohingya Segera Dikembalikan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya di Kutupalang, Cox's Bazaar.
Sumber :
  • REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

VIVA.co.id – Meski militernya melakukan kekerasan dan pengusiran, pemerintah Myanmar mengatakan segera memulangkan pengungsi etnis Rohingya ke negara mereka.

Melalui proses perundingan dengan Bangladesh, Myanmar menegaskan kembali tujuannya untuk mengembalikan pengungsi Rohingya ke rumah mereka di Rakhine. Setelah bertemu di Dhaka, Bangladesh, pejabat Myanmar sepakat untuk membentuk sebuah kelompok kerja guna merencanakan pemulangan 500 ribu pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri, dari kekerasan militer di tempat tinggal mereka.

"Perundingan diadakan dalam suasana yang bersahabat dan Myanmar telah membuat proposal untuk mengambil kembali pengungsi Rohingya," kata Menteri Luar Negeri Bangladesh, AH Mahmood Ali.

"Apa yang Bangladesh katakan adalah bahwa kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan damai, dan kedua negara telah menyetujuinya," katanya, sebagaimana dikutip Asian Correspondent, Selasa, 3 Oktober 2017.

Win Myat Aye, Menteri Perhimpunan Myanmar juga telah membahas masalah ini di Komite Eksekutif Lembaga PBB (UNHCR) di Jenewa.

"Prioritas utama kami selanjutnya adalah mengembalikan para pengungsi yang telah melarikan diri ke Bangladesh. Proses repatriasi bisa dimulai kapan saja bagi mereka yang ingin kembali. Verifikasi akan didasarkan pada kesepakatan antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh pada 1993," ujarnya.