Warga Filipina Yakin Perang Narkoba Cuma untuk Warga Miskin

Mayat bandit narkoba di Filipina.
Sumber :
  • REUTERS/Ezra Acayan

VIVA.co.id – Sebanyak 60 persen dari warga Filipina yang menjadi koresponden jajak pendapat di Filipina meyakini bahwa hanya orang miskin yang terbunuh dalam upaya pemerintah memerangi narkoba. Dalam survei yang dilakukan oleh Social Weather Station (SWS) pada tanggal 23-24 Juni, mayoritas responden setuju dengan pernyataan bahwa 'pembuat narkoba tidak terbunuh; hanya orang miskin yang terbunuh.'

Laporan tersebut mengatakan, sebagian besar survei tersebut berasal dari wilayah Metro Manila dengan 75 persen mayoritas percaya hanya orang miskin yang terkena dampak. Di Mindanao, 59 persen setuju dengan gagasan tersebut, 58 persen di Luzon dan 53 persen di Visayas percaya hal yang sama.

Sebelum ada hasil jajak pendapat tersebut, SWS mengungkapkan bahwa kebanyakan orang Filipina tidak mempercayai klaim polisi nasional bahwa mereka yang telah meninggal karena melawan langkah pihak berwenang. Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden di seluruh wilayah.

Menanggapi jajak pendapat tersebut, Kepala Polisi Nasional Filipina, Ronald De La Rosa mengatakan bahwa survei tersebut hanyalah persepsi masyarakat. Dia juga mengatakan polisi telah 'menetralisasi' pengguna obat-obatan utama seperti Wali Kota Reynaldo Parojinog dan Wali Kota Rolando Espinosa dalam perang narkoba.

"Apakah orang-orang itu miskin? tentu tidak. Anda harus memahami struktur piramida obat tersebut," kata De La Rosa, seperti diberitakan Asian Correspondent, Rabu, 4 Oktober 2017.

Lebih dari 3.800 orang terbunuh selama kampanye kejam Duterte, yang menurut polisi dalam operasi anti-narkoba tersebut banyak tersangka telah dengan keras menolak penangkapan, sehingga berujung pada pembunuhan.