Krisis Rohingya, AS Tarik Bantuan Militer atas Myanmar

Warga Rohingya Kelelahan Usai Turun dari Kapal
Sumber :
  • REUTERS/Damir Sagolj

VIVA – Amerika Serikat merealisasikan tekanan terhadap Myanmar menyusul terjadinya krisis Rohingya yang menyebabkan lebih dari 500 ribu orang etnis Rohingya harus keluar dengan rasa takut dari negara tersebut. Minoritas muslim di Rakhine State dipaksa keluar dengan adanya tekanan militer dan kelompok militan.

Dikutip dari laman BBC, AS akhirnya menarik bantuan militernya terhadap Myanmar. Hal ini dilakukan karena Myanmar dianggap sama sekali tak mengacuhkan peringatan soal Rohingya. 

Tak hanya itu, Kementerian Luar Negeri AS juga mengancam akan membekukan izin perjalanan militer dari negara itu ke AS hingga menjatuhkan sanksi ekonomi.

Sementara pihak militer Myanmar selalu bersikeras bahwa yang mereka lakukan adalah memerangi militan termasuk dari kelompok Rohingya di Arakan atau ARSA dan bukan memerangi warga sipil.

"Kami ikut bersimpati atas korban yang mengalami kekerasan di Rakhine, Myanmar yang telah memberikan pengalaman yang sangat traumatis bagi Rohingya dan komunitas lainnya," dirilis Kemenlu AS.

Sementara pekan lalu, Menlu AS ReX Tillerson menuntut transparasi militer Myanmar atas perlakukan mereka terhadap komunitas muslim Rohingya. Sementara PBB lebih awal sudah menyatakan bahwa terjadi pembersihan etnis Rohingya dalam krisis ini.