Aneh, Rekomendasi KTT ASEAN Tak Mau Pakai Kata Rohingya

KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina
Sumber :
  • REUTERS/Aaron Favila/Pool

VIVA – Pernyataan dan rekomendasi bersama hasil KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina disebutkan tidak menyinggung secara gamblang penderitaan warga Rohingya di Myanmar. Sekalipun pembakaran desa warga muslim Rohingya di Rakhine telah menyebabkan lebih dari 500 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh selain adanya korban tewas termasuk perempuan dan anak.

Padahal PBB sebelumnya sudah menyatakan ada indikasi pembersihan etnis yang terjadi di Rakhine, Myanmar.

Menurut Reuters dari hasil draf kesepakatan bersama hasil KTT ASEAN ke-31 itu, diterakan soal perlunya bantuan kemanusiaan terhadap korban bencana di Vietnam. Selain itu perlu pula bantuan kemanusiaan dan pemulihan kembali terhadap korban di wilayah operasi militer Filipina yang memerangi ISIS.

Memang ada kalimat, perlunya perhatian terhadap "komunitas terdampak" di bagian utara Rakhine. Istilah itu secara tak langsung tidak ingin menegaskan adanya krisis Rohingya merujuk pada etnis yang termarginalkan dan tertindas.

Diketahui bahwa dalam KTT ASEAN tersebut juga hadir pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi yang memang meminta kepada kepala negara yang hadir agar tak menggunakan istilah Rohingya dan persekusi terhadap etnis tersebut.

Padahal pada September 2017 lalu, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa situasi di Rakhine sudah menunjukkan adanya pembersihan etnis.

Indonesia dan Malaysia, dua negara ASEAN yang berpenduduk mayoritas muslim juga merupakan  negara yang selama ini menyoroti konflik Rohingya dan mengirimkan bantuan kepada para pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh.