Apa Saja yang Bisa Memicu Pecah Perang di Asia?

Militer dan sipil merayakan progres senjata nuklir di Korut
Sumber :
  • KCNA/via REUTERS

VIVA – Perang dan potensi perang menjadi hal yang tak bisa diabaikan serta menjadi perhatian dunia internasional. Apalagi belakangan timbul gesekan dan potensi ancaman yang dianggap berasal dari Asia Timur khususnya dari Korea Utara.

Dikutip dari sejumlah jurnal ilmiah dan media, perang di Semenanjung Korea adalah salah satu yang dikhawatirkan bisa terjadi. Sebagaimana dilansir Independent, ahli militer dan purnawirawan jenderal China bahkan sudah mengingatkan agar China memasang sistem pertahanan di perbatasan untuk menghindari dampak apabila pecah pertempuran antara Korea Selatan dan Korea Utara. 

Dari pembahasan dalam Ilmu Hubungan Internasional belakangan, setidaknya ada tiga isu atau masalah yang ibarat api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan terjadinya perang di Asia khususnya di Asia Timur.

1. Konflik Laut China Selatan

Konflik Laut China Selatan merupakan konflik antara China dan beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Meski belakangan Indonesia juga bereaksi dengan makin agresifnya China di Pulau Natuna.

Sengketa Laut China Selatan pada awalnya sudah disepakati akan dibahas melalui ASEAN berhadapan dengan China, meski China lebih memilih langkah unilateral dan langsung berhubungan dengan negara-negara terkait. Tak jarang di wilayah sengketa, terjadi gesekan antara nelayan lokal dan militer China maupun antara militer China dan patroli negara-negara ASEAN yang terlibat.

2. Konflik Semenanjung Korea

Konflik Semenanjung Korea antara Korea Utara dan Korea Selatan masih terus berlanjut. Bahkan eskalasinya meningkat di tengah perlombaan senjata dan sesumbarnya Korut menguji coba rudal-rudal balistik dan bom hidrogen mutakhirnya. Apalagi Korea Utara juga memiliki "musuh jauh" yaitu Amerika Serikat yang menyokong Korsel yang dibantu oleh Jepang.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyebutkan tak akan segan melakukan konfrontasi senjata jika Korut sudah memulainya.

3. Konflik Selat Taiwan: China dan Taiwan

Konflik Selat Taiwan yaitu antara Taiwan dan China juga bukan sengketa yang baru. Meski tak menunjukkan eskalasi, persaingan antara Taiwan dan China diyakini bisa menjadi konflik besar jika tak bisa dinormalisasi dan kestabilan tak terjaga.

Lebih dari 60 tahun keduanya berpisah dan menjadi negara sendiri-sendiri. Namun, masih ada sejumlah gesekan yang terjadi. Baik Taiwan maupun China sama-sama menyebut dirinya China, meski memiliki sistem politik yang sangat berbeda. Namun, hubungan itu makin kompleks karena meski secara politik mereka tak akur, di antara pengusahanya terjadi hubungan dagang.