501 Warga Kampung Besum Papua Mengungsi Akibat Kericuhan, Satu Orang Tewas

Ilustrasi kericuhan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Papua – Ratusan wargat dari kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua, mengungsi ke Distrik Nimbokrang akibat kericuhan antarwarga pada 1 Januari 2024.  Ada sebanyak 501 jiwa masyarakat yang meninggalkan atau mengungsi Kampung Besum menyelamatkan diri ke Kampung Benyom Jaya Satu, Distrik Nimbokrang.

Kericuhan antar masyarakat itu berawal dari salah satu oknum aparat keamanan yang diduga mabuk membuat masalah di Kampung Besum Karya Bumi sehingga terjadi keributan. Masyarakat pun melakukan pembakaran terhadap Balai Kampung, pengrusakan terhadap sejumlah sepeda motor maupun rumah milik masyarakat setempat.

Ilustrasi aktivitas pengungsi

Photo :
  • ANTARA/Zabur Karuru

Dalam kericuhan itu satu warga dilaporkan meninggal dunia sehingga membuat amukan massa tidak terbendung oleh aparat keamanan. Untuk mengatasi meluasnya kericuhan dan amukan warga tersebut. Aparat kepolisian telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian sejak kejadian, dan warga pun mengungsi untuk mengamankan diri dari kericuhan itu.    

Untuk mengatasi kebutuhan makanan di tempat pengungsian, Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) daerah ini telah mengirimkan sejumlah bantuan bahan makanan bagi warga korban kerusuhan tersebut.

Bantuan berupa bahan makanan ini. telah didistribusikan sebanyak 500 kilogram untuk 501 jiwa korban kerusuhan dan juga bagi pengungsi yang diserahkan melalui Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Jan Wilem Rumere pada Selasa 2 Januari 2024. Bantuan sembako ini langsung diserahkan di tiga posko yang ada tempat pengungsian, dan posko utama di Benyom Jaya Satu.

“Bantuan yang kita berikan berupa Bama seperti beras, gula, minyak, indomie dan lain-lainnya. Menang bantuan ini belum maksimal, tapi kita berikan awal dulu untuk menangani 501 jiwa warga yang ada di tempat pengungsian itu,”kata Jan Wilem Rumere.

Perisai polisi latihan tanggulangi kerusuhan dan bentrokan. (Foto ilustrasi)

Photo :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Selain itu, untuk mendukung upaya dari pemerintah, maka para kepala Kampung yang berada Distrik Nimbokrang juga diminta melakukan koordinasi membantu masyarakat yang mengungsi dari Besum. Para warga yang mengungsi ini ditempatkan di tiga posko di Distrik Nimbokrang dengan posko utama di Benyom Jaya Satu sesuai dengan kesepakantan kepala Kampung dan Distrik.

“Kita tadi sepakat bersama kepala Kampung dan Distrik posko utamanya ditempatnya di Benyom Jaya Satu, untuk mempermudah penerimaan bantuan dari pihak masyarakat maupun pihak swasta apabila ada yang perduli membantu. Jumlah keseluruhan pengungsi 501 jiwa terdiri dari anak-anak balita, remaja, dewasa dan lansia,”kata Jan Rumere,” tuturnya.

Kemudian dia menjelaskan, jumlah pengungsi paling banyak ada di posko Benyom Jaya Satu yakni 274 jiwa, sedangkan sisanya menyebar di kampung Nimbokrang dan Benyom Jaya Dua. “Hingga sekarang di Kampung Besum Karya Bumi belum ada aktivitas masyarakat karena masih pada takut. Mereka masih berada di pengungsian semua,”jelas Rumere.

Sementara untuk jenazah korban kericuhan tersebut masih di semayamkan di salah masjid yang ada di Kampung Besum. Jenazah korban kericuhan ini rencana akan dimakankan di lapangan dekat masjid Kampung Besum, namun masih menunggu adanya permintaan dari pihak keluarga korban sebelum jenazah dimakamkan.

Dikatakan Rumere, di lokasi pengungsian para kepala Distrik juga hadir, namun untuk situasi Kampung Besum sudah dapat dikendalikan dengan adanya aparat Kepolisian yang berjaga di lokasi kejadian tersebut.

“Memang  situasi dilokasi kejadian sudah sedikit kondusif, tapi masyarakat belum ada yang balik ke pemukim masing-masing, sehingga kawasan Kampung Karya Bumi masih terlihat sepi, tuturnya.

Sebelumnya diberitakan situasi Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, mencekam dan ratusan masyarakat berjaga-jaga di kampung tersebut dengan menggunakan senajat tajam.

Kericuhan antar masyarakat  berawal dari salah satu oknum aparat keamanan yang mabuk membuat masalah di Kampung Besum sehingga terjadi keributan. Masyarakat pun melakukan pembakaran Balai Kampung, pengrusakan terhadap sejumlah motor maupun rumah milik masyarakat setempat. Dalam kericuhan itu satu warga dilaporkan meninggal dunia sehingga membuat amukan massa tidak terbendung oleh aparat keamanan.