Wabah Hepatitis A di Depok Berasal dari Petugas Kebersihan Sekolah

Hingga tanggal 3 Desember, Kemenkes telah mencatat 262 kasus gejala Hepatitis A di Kota Depok - 171 di antaranya telah dinyatakan positif. - ASPRILLA DWI ADHA/Antarafoto
Sumber :
  • bbc

VIVA – Wabah Hepatitis A yang terjadi di Depok berasal dari seorang office boy yang bekerja di sebuah sekolah, menurut Kementerian Kesehatan. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, mengatakan pesuruh kantor itu dipekerjakan SMP Negeri 20 Depok sebagai petugas kebersihan.

Ia bekerja sambilan sebagai pedagang makanan di kantin sekolah. "Dia mengakui itu. Cuci tangannya enggak bener , bahannya yang disajikan juga tidak dicuci dengan benar," kata Anung di gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (04/12).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan penelusuran Kemenkes, wabah ini tidak berasal dari dalam kota Depok, tapi dari Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, sejumlah guru dan siswa SMP Negeri 20 mengalami gejala-gejala seperti mata kuning, demam, mual, dan nyeri di ulu hati.

Hingga tanggal 3 Desember, Kemenkes telah mencatat 262 kasus gejala Hepatitis A di Kota Depok — 171 di antaranya telah dinyatakan positif.

"Ini merupakan kejadian luar biasa, mirip dengan yang terjadi di Pacitan beberapa waktu yang lalu," kata Anung.

Sebanyak 22 orang yang sempat dirawat di rumah sakit sudah dipulangkan dan tidak ada laporan tentang kematian, imbuhnya.

Kepala Sekolah SMPN 20 Depok, Komar Suparman, mengatakan petugas kebersihan yang disebut Kemenkes sebagai titik awal penyebaran Hepatitis A telah berhenti berjualan untuk sementara.

Dan menyusul wabah ini, pihak sekolah berupaya meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) siswa.

"Kami mencoba dengan kemampuan yang ada, walaupun sudah ada tapi belum maksimal, [memperbaiki] tempat-tempat untuk membersihkan, terutama tangan ya. Mereka juga kami sarankan membuang sampah jangan sembarangan. Kami ada program pemilahan sampah.

"Anak-anak juga diwajibkan membawa peralatan makan sendiri, baik piring maupun alat minum. Itu sudah kami sampaikan kepada anak-anak dan kami sosialisasikan kepada orang tua," kata Komar kepada BBC News Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengatakan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mitigasi di Depok, serta mengembangkan sistem kewaspadaan dini dan respons di Kabupaten Bogor.

"Ada surat yang sudah kita luncurkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk melihat segala gejala yang ada di masyarakat yang berkenaan dengan hepatitis," kata Anung.

Jajaran kesehatan di Kota Depok dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan melakukan pemantauan sampai bulan Januari, imbuhnya, karena virus Hepatitis A membutuhkan masa inkubasi selama dua bulan.


- BBC

Wabah yang terjadi di Depok merupakan salah satu wabah Hepatitis A terbesar di Indonesia pada tahun ini.

Wabah serupa terjadi di kota yang sama pada bulan Januari.

Pada bulan Juli, ratusan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terjangkit Hepatitis A sehingga pemerintah setempat menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

`Kejadian Hepatitis A meningkat`

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Hepatitis A hingga Desember 2019 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan itu terutama terjadi di tiga provinsi dengan populasi terpadat yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Menurut Anung, berdasarkan pengamatan pada dua kejadian terbesar yaitu di Depok dan Pacitan, peningkatan kasus Hepatitis A ada kaitannya dengan cuaca yang berkaitan dengan perilaku manusia.

Wabah di Pacitan terjadi pada puncak musim kemarau, sedangkan wabah di Depok terjadi pada penghujung musim kemarau.

"Biasanya pada saat kondisi iklim sangat panas, ketersediaan air kurang. Jadi dia melakukan upaya untuk mencuci tidak cukup cermat sebagaimana pada saat kesediaan air cukup. Itu keliatan banget pada waktu di Pacitan," Anung menjelaskan.


- BBC

Penyakit Hepatitis A tergolong penyakit ringan, dengan hampir 100% penderitanya sembuh. Penyakit ini biasanya tidak berkembang menjadi kronik.

"Obatnya cuma satu: Istirahat dan makanan yang bergizi," kata dr. Irsan Hasan, ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

Irsan menjelaskan, Hepatitis A tersebar melalui fecal oral atau dari kotoran manusia ke mulut.

Maka dari itu, ia menekankan pentingnya mencuci tangan pakai sabun serta mencuci bahan-bahan makanan sampai bersih.