Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Vaksin Berbayar Indonesia Dikritik WHO

Jumat, 16 Juli 2021 | 12:49 WIB
Oleh :
Foto :
  • Tangkapan layar youtube/World Health Organization (WHO)
Dr Ann Lindstrand

VIVA – Vaksin berbayar di Indonesia mendapat kritik dari WHO. Pemerintah Indonesia merencanakan program vaksin COVID-19 berbayar mendapatan sorotan. Program yang vaksinasi gotong royong individu ini bermaksud untuk memperluas cakupan vaksinasi demi menekan laju virus COVID-19.

Namun rencana kebijakan vaksinasi gotong royong individu berbayar di Indonesia mendapat kritikan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam situs resminya, Kepala Unit Program Imunisasi WHO Ann Lindstrand mengatakan bahwa setiap orang harus memiliki hak yang sama untuk bisa mendapatkan vaksin Covid-19. 

Baca Juga

Kepala Unit Program Imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Ann Lindstrand juga mengatakan seharusnya tidak ada yang harus membayar untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Menurutnya, semua orang harus bisa divaksinasi tanpa melihat suatu kondisi ekonomi tertentu.

Dr Ann mengatakan, pemerintah Indonesia seharusnya tidak mengeluarkan banyak biaya karena skema internasional COVAX sudah menjamin dosis vaksin COVID-19 untuk sekitar 20 persen populasi. Selain itu, banyak bank dunia juga yang sudah memberi dukungan biaya untuk proses distribusi vaksin COVID-19.

"Penting bahwa setiap warga negara memiliki kemungkinan yang sama untuk mendapatkan akses vaksinasi. Pembayaran apa pun bentuknya dapat menimbulkan masalah etika dan akses, khususnya selama pandemi ketika kita membutuhkan cakupan dan vaksin untuk menjangkau semua yang paling rentan," kata Lindstrand dalam konferensi pers, dikutip dari akun youtube resmi WHO, Kamis (15/7/2021) kemarin.

"Yang penting di sini adalah bahwa setiap orang memiliki hak dan harus memiliki hak untuk mengakses vaksin ini terlepas dari masalah keuangan," jelasnya.

Ia menilai program vaksinasi Covid-19 berbayar tidaklah tepat. Menurutnya, jika anggaran menjadi permasalahan, saat ini banyak lembaga yang memberikan bantuan untuk pengadaan vaksin. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler