Ahmad Dhani: Napi di Cipinang Juga Siapkan Kotoran Manusia Buat Ahok

Ahmad Dhani di podcast Deddy Corbuzier
Sumber :
  • Youtube Deddy Corbuzier

VIVA – Musisi Ahmad Dhani berbagi cerita tentang pengalaman dia selama ditahan di rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur tahun 2019 silam. Dhani begitu dia disapa menjadi tahanan lantaran terjerat kasus UU ITE.

Dikutip VIVA dari youtube Deddy Corbuzier, Minggu 26 September 2021, Dhani mengatakan banyak yang tak diketahui orang tentang kehidupan di dalam rutan dan menjadi napi. Hal ini diungkapkan Dhani lantaran ditanya Deddy mengenai kejadian yang menimpa M Kece. Kece diketahui dianiaya dan dilumuri kotoran manusia oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

Dhani bahkan blak-blakan, hal serupa ternyata sudah disiapkan napi di rutan Cipinang dalam menyambut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi terpidana kasus penistaan agama.

"M Kece kan dikasih kotoran manusia, itu sebetulnya terjadi di Rutan Cipinang ketika Ahok sudah sampai masuk di sana. Jadi rupanya Ahok sudah di Rutan Cipinang, kamarnya sudah ada nah beberapa temen gue di sana yang sudah masuk duluan itu memang nungguin, ya mungkin enggak sampai dipukulin kaya M Kece tapi kotoran manusia itu sudah ada di kamar Ahok, jumlahnya banyak," kata Dhani.

Pentolan Grup band Dewa 19 itu bahkan mengetahui siapa saja napi yang sudah menjadi temannya selama di Rutan Cipinang yang menyiapkan kotoran manusia untuk Ahok.  

"Ini beneran. Jadi yang ngelempar (kotoran manusia ke sel untuk Ahok) siapa saja, gue tahu namanya semua. Jadi waktu Ahok masuk di ruangan tunggu, Ahok liat keluar dan pada nungguin semua pada manggilin Ahok, Ahok. Makanya dipindahin," kata ayah dari Al, El dan Dul itu.

Dengan penjelasan tersebut, Dhani tak yakin jika kasus penganiayaan dan pelemparan kotoran manusia terhadap M Kece adalah Irjen Napoleon sepenuhnya.

Dhani juga heran kasus tersebut bisa terendus dan menjadi besar di mata publik lantaran hal itu diakuinya sudah lumrah terjadi di tahanan. "Dulu ya waktu gue ditahan, kalau ada yang aniaya sesama tahanan pasti pelakunya dipindahin ke sel tikus dan kasusnya selesai di dalam tahanan juga. Makanya, ada apa dengan kasus Irjen Napoleon ini bisa sampai konsumsi publik," kata dia.