Penampakan Kabel Semrawut di Jakarta Akan Dituntaskan Dalam 5 Tahun

Anggota polisi bantu memperbaiki kabel listrik yang semrawut
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram.com/polrestatangerang

VIVA Metro – Penampakan kabel-kabel yang semrawut di tiang-tiang, banyak ditemukan di berbagai tempat di Ibu Kota Jakarta. Bertumpuk di satu tiang, melintas tidak beraturan. Namun, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta, berjanji akan menyelesaikan itu. Kabel-kabel itu akan diturunkan dan harus melalui jalur bawah tanah.

Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, akan merapikan kabel-kabel utilitas yang berantakan di atas trotoar jalanan Ibu Kota. 

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, menargetkan Jakarta 5 tahun lagi akan terbebas dari tiang dan kabel utilitas yang semrawut tersebut.

“Jadi yang ada hanya lampu saja, nanti tidak ada lagi masalah tiang-tiang itu. Kita mulai mencabuti semua, mulai dari Jakarta Selatan, begitu kita perbaharui, masuk ke bawah, semua tiang kita cabuti. Kita siap bantu akan ada 400 tiang yang dicabuti,” kata Hari kepada wartawan di Jakarta, dikutip pada Kamis 5 Januari 2023.

Hari menuturkan, melalui proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) baru 0,3% kabel utilitas yang sudah diturunkan. Sementara, untuk revitalisasi trotoar di Jakarta, Hari menyebut capaiannya baru 30%.

“Kalau trotoar kita revitalisasi baru 30%, otomatis baru 30%, masih banyak PR kita. Maka 4-5 tahun lagi akan bersih,” ujar dia.

Untuk diketahui, proyek SJUT ini dilakukan oleh 2 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yakni Sarana Jaya dan PT Jakarta Propertindo (JakPro). 

“Jadi, intinya begitu kita revitalisasi trotoar itu, kabel kita turunkan melalui apa? SJUT. Kami berkomitmen, apalagi Perda Utilitas kan di dewan sudah dibahas pasal demi pasal, insya Allah tahun ini. Jadi itu yang jadi pegangan kita dalam melakukan SJUT lebih giat lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk tahun ini, Hari menuturkan pihaknya menargetkan ada pembangunan SJUT sepanjang 100-200 kilometer. Lokasinya akan berada di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

“Tahun ini kita targetnya 200 kilometer lagi. Lokasinya tersebar di 4 wilayah baik pusat, timur, selatan, barat, yang utara belum,” katanya.