Pembangunan Fly Over di DKI Tak Sesuai Target

Pembangunan Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang (Casablanca)
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun dua jalan layang non tol (fly over) Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang pada 2011 ini. Sejak awal dibangun, target penyelesaian yang ditetapkan yakni 80 persen pada akhir tahun.

Namun, menurut Dinas Pekerjaan Umum, progres pengerjaan pembangunan fly over Antasari-Blok M baru mencapai 52,52 persen. Pengerjaan ini diklaim Dinas PU sudah sesuai jadwal.

"Sampai saat ini pengerjaan dua jalan layang itu sudah sesuai jadwal. Antasari-Blok M sudah mulai dikerjakan untuk on off ramp (tanjakan dan turunan) nya," kata Kepala Seksi Simpang Tidak Sebidang Dinas PU, Heru Suwondo, di Jakarta, Kamis, 29 Desember 2011.

Sementara menurut pantauan VIVAnews.com, pengerjaan jalan layang non tol Antasari-Blok M baru dipasang tiang pancang. Sebagian dari tiang itu sudah terpasang gelagar.

Kemudian, pengerjaan underpass dekat Mabes Polri yang menghubungkan Jalan Hasanuddin dengan Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat ini masih dalam tahap persiapan. Diperkirakan jalan itu bisa beroperasi pada awal tahun mendatang.

"Underpass Mabak, awal tahun bisa dioperasikan namun masih uji coba. Saat ini jalan sedang dibeton. Setelah selesai maka jalan akan segera diaspal. Baru satu jalur dari selatan ke utara. Sekarang juga sedang penyelesaian akhir dindingnya," kata dia.

Sedangkan, untuk pengerjaan flyover Kampung Melayu-Tanah Abang, Heru menjelaskan pembangunan on ramp (tanjakan) tengah dilakukan.

"Untuk Tanah Abang-Kampung Melayu kami sedang fokus untuk on ramp-nya," kata dia.

Seperti diketahui, jalan layang non tol Antasari-Blok M memiliki panjang 4,8 kilometer, dengan lebar 17 meter untuk dua jalur di ketinggian 10 meter dari jalan eksisting. Pembangunan jalan itu telah dimulai sejak November 2011. Pengerjaan berlangsung selama 630 hari atau 1 tahun 7,5 bulan, dengan masa perawatan selama 180 hari.

Untuk pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang sepanjang 2,3 kilometer, baru akan dilakukan pembangunannya sepanjang 1,8 kilometer. Yaitu di Jalan Satrio hingga Mas Mansyur. Sedangkan Kampung Melayu dan Tanah Abang sepanjang 5 kilometer masih dilakukan tendernya.

Sementara di atas terowongan Casablanca akan dinaikan hingga 20 meter di atas tanah, untuk kepentingan monorail. Total nilai proyek pembangunan sebesar Rp737 miliar. (eh)