Kisah Budak Batavia yang Dikejar-kejar Kompeni

Lukisan Untung Surapati yang dimiliki budayawan Ridwan Saidi.
Sumber :
  • Dody Handoko

VIVA.co.id - Untung Surapati, budak dari Bali yang dibawa ke Batavia itu menjalin asmara dengan anak petinggi VOC, Suzanna. Ketika ketahuan,  Untung pun dijebloskan ke dalam penjara. Baca: .

Tapi tak berselang lama, dia berhasil kabur. Dia menjebol penjara, dan merampas senjata. Kompeni mengirimkan serdadu untuk menangkapnya. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Untung dan pengikutnya justru membunuh beberapa serdadu yang mengejarnya. Kompeni semakin marah kepada Untung dan terus-menerus melakukan pengejaran.

Menurut Alwi, ada beberapa versi tentang kemampuan Untung melarikan diri dari penjara. Salah satunya, seperti dituturkan Mohammad Isa Ansyari SS, staf Museum Sejarah DKI. Menurut Isa, besar kemungkinan ada kerja sama antara Suzanna dan sipir penjara. Jadi untuk menolong nyawa kekasihnya dari tiang gantungan, putri orang kedua di VOC ini menyogok sipir penjara. Akhirnya Untung berhasil lepas dari penjara.

Untung bergabung dengan kelompok-kelompok penentang Belanda. Ia dan para pengikutnya mengacau wilayah di sekitar Kota Batavia. Mula-mula daerah operasinya di sekitar Pecenongan (Sawah Besar), Depok, dan sekitar Angke.

Mengalami kesulitan menumpas Untung, Belanda menawari Untung jabatan kemiliteran, dengan pangkat letnan (pangkat tertinggi di VOC untuk bumiputera waktu itu). Dia diminta membujuk Pangeran Purbaya, putera Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar menghentikan perlawanan kepada Belanda.

Di tengah perjalanan perang di wilayah Cikalong, Jabar, Untung berhasil menemukan persembunyian pasukan Pangeran Purbaya dan dua istrinya yang bernama Raden Ayu Gusik Kusumo dan Ambo Mayangsari. Kemudian datang satu peleton pasukan kompeni lain di bawah pimpinan Letnan Kueffler.

Begitu melihat rekannya Letnan Kueffler melecehkan Ambo Mayangsari dan Gusik Kusuma Untung marah besar dan membunuh seluruh peleton letnan Kueffler, Untung membelot ke pihak Pangeran Purbaya, mereka saling memperkenalkan diri serta menceritakan riwayat masing-masing.

Gusik Kusumo terpaksa minta pulang ke Mataram dengan izin Pangeran Purbaya karena suaminya akan menyerahkan diri kepada Belanda di Batavia, wanita tersebut tidak  menyetujui niat suaminya. Sementara Untung menceritakan kalau dirinya pasti akan menjadi buronan serdadu kompeni karena telah membunuh Kueffler bersama teman-temannya.

Setelah saling mengetahui riwayatnya, Untung dan Gusik Kusumo menjalin asmara. Mereka menyatakan keinginannya untuk bersatu untuk melawan  kompeni. Gusik Kusumo didampingi Untung dan pengikutnya mencari perlindungan ke Kasultanan Cirebon untuk selanjutnya menuju ke Mataram. Sultan Cirebon masih mempunyai hubungan keluarga dengan Gusik Kusumo.

Bersambung...

Kami akan mengulas kisah Untung Surapati yang berbeda dengan yang lain dalam beberapa tulisan. Tulisan akan terbit setiap pagi. Nantikan tulisan-tulisan selanjutnya.

![vivamore="
Baca Juga
:"]

[/vivamore]