Korban Sebut Ciri-ciri Pelaku Pencabulan di HighScope

Sekolah HighScope Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh siswa SD di sekolah HighScope, TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dalam waktu dekat, pihak sekolah akan dipanggil untuk diminta keterangannya.

"Dari sekolah kita akan periksa. Pada minggu ini kita sudah buat panggilan ke sekolah. Kita akan lakukan pemeriksaan untuk menggali informasi-informasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul pada VIVA.co.id, Rabu, 1 pril 2015.

Marinus menjelaskan, terkait dengan proses pemeriksaan, penyidik baru menerima rekaman CCTV sekolah dari tanggal 11-23 Maret 2015, di mana ada rentan waktu enam hari sebelum peristiwa dan enam hari sesudah peristiwa.

"Supaya kita tahu gambaran situasi di sekolah tersebut. Rekaman ini bisa kami peroleh. Sekolah dengan sukarela mau membantu polisi untuk menyelidiki ini. Rekaman CCTV masih substansi penyelidikan kita dan masih kita simpan. Kami ingin  menambah dan mendapatkan gambaran situasinya bagaimana," kata Martinus.

Selain itu, penyidik juga melakukan pencarian tambahan-tambahan keterangan, termasuk dari dokter yang memeriksa korban.

"Kita melakukan komunikasi juga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A), dalam rangka pendampingan korban dan keluarga korban," kata Martinus.

Saat ditanya apakah dari korban sendiri sudah menyebutkan ciri-ciri pelakunya. Martinus mengatakan, ada beberapa orang yang disebutkan, namun keterangan korban ada yang berubah.

"Sehingga kita masih memerlukan pendalaman untuk menggali informasi dari korban dan keluarga korban," jelas dia.

Sebelumnya, dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id dari sekolah High Scope menyatakan, mereka telah menyerahkan kasus tersebut ke polisi.

"Saat ini SHI mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan menunggu hasil visum pihak polisi sebagai pihak berwenang," tulis Chief of Academic Operations Sekolah HighScope Indonesia, Jossy Soenarjo.

Jossy menambahkan, dalam penyelidikan kasus ini, prioritas utama adalah kepentingan dan privasi anak yang masih di bawah umur. Baca selengkapnya

Laporan: Irwandi Arsyad

![vivamore="Baca Juga :"]

[/vivamore]