Kantor Sindikat Penipu Online Sangat Tertutup

polisi tangkap 29 WNA asal tiongkok yang melakukan penipuan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Markas jaringan penipuan online yang digawangi sejumlah warga negara asing sangat tertutup. Kecurigaan warga terhadap penghuni rumah di Jalan Kemang Selatan I D No 15a, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, itu terjawab setelah Polda Metro Jaya menggerebek dan menangkap penghuninya pada Minggu, 24 Mei 2015.

"Selama ini terkesan enggak ada aktivitas apa-apa. Mobil jarang juga lalu lalang. Karena mereka sangat tertutup. Mereka ngontrak hampir dua tahun. Sebelum mereka mengontrak, pengontraknya juga tukar-tukar selama ini," ujar Eka, salah satu petugas kelurahan saat ditemui di Jalan Kemang Selatan I D Jakarta Selatan, Senin, 25 Mei 2015.

Eka menuturkan, mereka telah lapor ke RT pada awal tinggal. Hanya saja, yang datang melapor itu cuma orang suruhan. Parahnya lagi, mereka tidak melapor kalau ada WNA. "Makanya Pak RT pernah curiga.  Seperti enggak ada penghuninya saja," ujarnya menambahkan.

Ia mengatakan, di kawasan itu memang banyak rumah yang dikontrakkan. Dia berharap, pemerintah membuat regulasi yang jelas agar dapat dilakukan tindakan yang tepat mengantisipasi kejadian serupa berulang.

"Kita sudah sudah lapor ke Kesbangpol Jaksel. Kita berharap harus ada tindakan yang membuat efek jera. Pemerintah harus ada regulasi yang jelas. Karena sudah marak di Jakarta."

Sebelumnya, Subdit Jatanras Polda Metro Jaya kembali menangkap 31 orang Warga Negara Tiongkok sindikat penipuan dari tiga tempat di wilayah Jakarta. Selain warga asing, polisi ikut menangkap seorang sopir dan pembantu yang merupakan WNI.

Dari seluruh tersangka yang ditangkap, mereka kini dikumpulkan di kantor utama sindikat ini di Jalan Kemang Selatan 1D No.15A RT 04 RW 02. Hingga kini, sudah ratusan warga negara asing sindikat penipuan yang ditangkap.

Siang ini, pengungkapan kasus ini akan dihadiri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dan Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono.

(mus)