Makanan-makanan Ini Sering Dicampur Bahan Kimia

Daging Ayam
Sumber :
  • http://dapuronlinequ.blogspot.com

VIVA.co.id - Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jakarta Barat Slamet Widodo mengatakan, bahan makanan yang paling sering ditemukan mengandung bahan kimia adalah daging ayam, tahu dan otak-otak.

"Kandungan berbahaya seperti pewarna juga sering ditemukan di bahan makanan lain," ujarnya, Selasa, 7 Juli 2015.

Slamet menjelaskan, ia sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tak menjual bahan makanan berbahaya. "Pedagangnya kita ingatkan, distributornya kita telusuri dan kita tindak" katanya menambahkan.

Ia menyatakan, sampai saat ini ia belum melakukan upaya hukum kepada penjual nakal atau distributor bahan makanan berbahaya. "Kita hanya melakukan temuan dari sidak, selanjutnya tugas kepolisian yang melakukan penindakan" ujarnya.

Dari beberapa kali sidak di pasar yang dilakukan pemerintah, sering ditemukan bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Namun, aparat kepolisian belum dilibatkan dalam sidak-sidak tersebut, terutama selama bulan Ramadhan.

Pakai Jak-card

Pasar murah atau operasi pasar yang disediakan oleh PD Pasar Jaya di titik-titik pasar di wilayah Jakarta sekarang harus menggunakan Jak-Card. Kartu ini kegunaannya persis seperti e-money yang selama ini sudah banyak dipergunakan masyarakat.

Di pasar Kedoya, pantauan VIVA.co.id, berlangsung operasi pasar murah, persis di sebelahnya Bank DKI mobile standby untuk melayani masyarakat membeli Jak- Card, seharga 20 ribu dengan isi saldo 20 ribu. "Ini kita diskon, harga normalnya 40 ribu dengan saldo 20 ribu" ujar Staf Marcomm Bank DKI, Darpin, di lokasi operasi pasar Kedoya.

Darpin mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan tim operasi pasar, sehingga untuk belanja sekarang harus menggunakan Jak Card. Selain Jak Card, kartu e-money juga bisa dipergunakan masyarakat untuk belanja di operasi pasar. "Sesuai arahan Pemprov DKI, kita mengajarkan masyarakat untuk belanja menggunakan kartu, menggiring masyarakat tidak lagi menggunakan uang tunai," katanya menambahkan.

Menurut dia, di setiap titik operasi pasar, pihaknya menyediakan 500 kartu Jak Card. "Operasi pasar di Grogol kemarin sudah 90 Jak Card dipakai masyarakat" katanya.

Namun fakta di lapangan, ketika operasi pasar di Kedoya bergulir sekitar pukul 10.00 WIB, masyarakat yang mayoritas ibu-ibu masih menggunakan uang tunai membeli sembako yang disediakan. Mereka mengaku tak mau repot membeli kartu Jak Card, karena menggunakan uang tunai lebih praktis.

(mus)