VIDEO: Menteri Anies Ancam Cabut Izin Sekolah Evan

Ilustrasi aktivitas ospek/plonco di sekolah
Sumber :
  • VIVA.co.id/jangankuper.com

VIVA.co.id - Seorang Siswa Sekolah Mengengah Pertama (SMP) Flora, Bekasi, Jawa Barat, Evan Christopher Situmorang (12) meninggal dunia. Evan tewas setelah mengikuti masa orientasi sekolah (MOS).

Kasus ini mencuat setelah orangtua korban lapor ke polisi. Orangtua Evan menduga ada yang tak wajar dalam kematian anaknya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan angkat bicara mengenai kasus ini. Menurut Anies, dia masih menunggu hasil investigasi kementerian dan polisi dalam menangani masalah ini. Lihat videonya

Anies menjelaskan, sejauh ini dia belum mengetahui secara utuh kejadian yang sebenarnya. Hanya saja, ditemukan jarak adanya jarak tengat yang cukup lama antara MOS dengan kematian Evan. "Sekitar 20 hari waktunya, saat MOS dan Evan meninggal," ujar Anies.

Jika terbukti adanya kelalaian, Anies tidak tinggal diam. Dia akan mencopot Kepala Sekolah dan tak segan-segan mencabut izin sekolah itu.

Sebelumnya, Evan meninggal dunia 20 hari setelah masa MOS di SMP Flora, Pondok Ungu, Bekasi pada 6-9 Juli 2015. Selama MOS, Evan sempat menjalani hukuman squat jump, karena dituduh tidak membawa berbagai barang yang diwajibkan panitia.

Jose mengeluhkan, besarnya biaya yang harus dikeluarkannya untuk memenuhi kebutuhan kegiatan orientasi tersebut. "Itu saya mengeluarkan biaya besar juga sehari itu Rp70 ribu untuk MOS," ujar Jos, orangtua Evan.

Kerasnya kegiatan MOS tersebut diduga menjadi penyebab utama memburuknya kondisi Evan sehingga meninggal dunia. Apalagi beberapa hari setelah masuk sekolah Evan sempat terjatuh di lingkungan sekolah dan tidak diinformasikan dengan jelas kepada keluarga.

(mus)