Temukan Bukti Baru, Polisi Siap Bongkar Kasus Akseyna

Akseyna Ahad Dori semasa hidup.
Sumber :
  • Facebook

VIVA.co.id - Kepolisian mengaku sudah menemukan titik terang terkait kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) yang ditemukan tewas tenggelam di Danau Kenanga UI.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, titik terang itu didapat setelah pihaknya menemukan barang bukti terbaru. "Titik terang ini kami dapat dari hasil penyelidikan mendalam selama beberapa bulan. Kami menemukan satu barang bukti yang mungkin bisa membuka tabir gelap kasus ini," kata Krishna dalam keterangannya, Sabtu, 5 Desember 2015.

Namun, Krishna enggan menyebut apa barang bukti yang ditemukan pihak kepolisian. "Barang buktinya belum bisa disampaikan ke publik," ujarnya menambahkan.

Krishna menjelaskan, sampai saat ini pihaknya akan merangkai barang bukti baru itu dengan berbagai petunjuk lain yang telah didapat sebelumnya. Selain itu, polisi juga sedang menyelidiki sebuah jaringan yang diduga terkait dengan kematian Akseyna. Namun, lagi-lagi Krishna enggan menyebutkan jaringan apa yang diselidiki. "Ya, ada jaringan yang harus ditelusuri."

Sekedar informasi, Kasus pembunuhan Akseyna yang penuh misteri sudah bergulir selama 8 bulan. Kasus ini berawal sejak Kamis 26 Maret 2015 dimana jenazah Akseyna ditemukan di Danau Kenanga UI dengan memakai tas berisi batu. 

Polisi sempat kebingungan menentukan apakah Akseyna dibunuh atau bunuh diri. Namun, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti kemudian menentukan bahwa Akseyna tewas akibat dibunuh. 

Kasus ini jadi penuh teka-teki lantaran tak adanya saksi dan minimnya barang bukti. Kemudian, jenazah Akseyna yang ditemukan dengan penuh luka akibat benturan tetapi hasil forensik tak bisa menentukan itu pukulan atau bukan. Dalam kasus Akseyna, polisi menemukan adanya pesan di secarik kertas di kamar kosan Akseyna. Namun, sampai saat ini masih membingungkan apakah ditulis oleh Akseyna atau orang lain.

(mus)