Pesan Ahok untuk Bawahan yang Nekat Melawannya di Pilgub

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersama Saefullah.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, memberi petunjuk kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, jika Sekda yang ia lantik sendiri pada tahun 2014 itu memang bertekad untuk maju bertarung melawan dirinya memperebutkan kursi Gubernur DKI di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI tahun 2017.

Ahok, sapaan akrab Basuki, mengatakan, jika Saefullah memang ingin warga DKI memilihnya, maka ia harus terus menunjukkan kinerja yang baik selama menjadi Sekda di bawah pemerintahannya.

"Kalau dia kerjanya enggak bagus, nanti dia enggak laku," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Senin, 28 Desember 2015.

Ahok mengatakan, meski saat ini Saefullah adalah bawahannya, Saefullah nanti bisa mengklaim bahwa keberhasilan beberapa program Pemerintah Provinsi DKI saat ini, tak lepas dari campur tangannya sebagai Sekda. Hal itu bisa dijadikan bahan kampanye jika Saefullah memang serius ingin maju di Pilgub.

Hanya saja, Ahok mengingatkan, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Saefullah tentu harus mengundurkan diri terlebih dahulu dari statusnya sebagai PNS DKI sebelum terjun ke dunia politik.

"Bagus kalau dia mau nyalon, tapi dia harus mengundurkan diri," ujar Ahok.

Lebih lanjut, Ahok mengatakan, tidak akan merasa tersaingi bila Saefullah benar-benar maju, bertarung melawan dirinya di Pilgub. Ahok tetap berpegangan pada pendiriannya bahwa semakin banyak tokoh yang mencalonkan diri di Pilgub, maka pihak yang pada akhirnya akan diuntungkan adalah warga DKI sendiri.

"Aku patokannya, makin banyak yang ikut (Pilgub), makin bagus," ujar Ahok.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI, Mohamad Taufik, menyampaikan nama Saefullah sebagai salah satu nama bakal calon gubernur DKI yang akan diusung oleh Partai Gerindra di Pilgub DKI tahun 2017. Nama Saefullah muncul bersama nama-nama lainnya dari aspirasi para kader yang mengikuti rapat konsolidasi tingkat provinsi partai itu yang dilakukan pada Minggu, 27 Desember 2015.

Taufik mengatakan nama-nama lain itu termasuk dirinya, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Komisi D DPRD DKI Muhammad Sanusi, anggota DPR RI Biem Benyamin, mantan Pangdam Jaya Mayjen Purnawirawan Sjafrie Syamsudin, dan Sandiaga Uno.

"Kita terus menjaring nama-nama terbaik calon pemimpin Jakarta yang merupakan aspirasi dari kader Gerindra," ujar Taufik. (one)