Bocah Dianiaya Aparat Akrab dengan Warga Komplek Marinir

Ilustrasi kekerasan seksual.
Sumber :
  • VIVAnews/Joseph Angkasa

VIVA.co.id - T (12 tahun), bocah yang jadi korban penganiayaan beberapa oknum Marinir Cilandak, ternyata memang kerap bermain dengan anak-anak sebayanya, yang tinggal di dalam komplek di Jakarta Selatan itu.

"Banyak temannya yang anak komplek dalam (komplek Marinir) sering nyamperin kok ke sini (staff house tempat T sekeluarga tinggal bersama pegawai kerja sang ayah)," kata I, salah seorang teman kerja Purwanto (ayah T) kepada VIVA.co.id, saat ditemui di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu 13 Januari 2016.

Menurutnya, T dikenal sebagai anak yang baik dan tak nakal. Dia dan teman-teman kerja ayahnya mengaku baru mengetahui kejadian yang menimpa T, keesokan harinya, yaitu pada Senin 11 Januari 2016.

Hal itu, lanjutnya, karena, pada tanggal kejadian, Minggu 10 Januari 2016, ia bersama dengan pegawai yang lain sedang tidak di staff house, atau dengan kata lain pulang ke rumah masing-masing. Saat kejadian tersebut, kebetulan hanya Purwanto sekeluarga yang ada di staff house.

"Ya, kita baru tahunya besoknya dan langsung jenguk deh ke rumah sakit," tambahnya.

Maka itu, lanjut I, ia tidak bisa menceritakan kronologis apa yang menimpa T. Apakah T langsung dibawa ke rumah sakit, atau tidak setelah kejadian tersebut. "Jadi, enggak tahu bagaimananya," katanya.

Sebelumnya diketahui, T (12 tahun) bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Marinir Cilandak.

Dari kronologi kejadian yang didapat oleh KPAI, kejadian bermula saat korban tertangkap tangan oleh Marinir karena mencuri burung. Saat itu, korban juga menunjuk satu diduga pelaku lainnya berinisial M (14 Tahun).

Mendengar keterangan tersebut, sejumlah Marinir itu kemudian juga melakukan pemukulan terhadap M. (asp)